Ya Ampun! Hanya Satu Rumah yang Teraliri Listrik

961
Pesona Indonesia
Jorong IV Surabayo, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Agam, hingga saat ini belum menikmati aliran listrik. Foto: Padang Ekspres/JPNN.com
Jorong IV Surabayo, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Agam, hingga saat ini belum menikmati aliran listrik. Foto: Padang Ekspres/JPNN.com

batampos.co.id – Sekitar 40-an warga dari delapan kepala keluarga (KK) yang tinggal di Jorong IV Surabayo, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubukbasung, Agam, hingga saat ini belum menikmati aliran listrik.

Di sana, hanya Bargoto, 40, satu-satunya warga yang menikmati listrik melalui mesin genset miliknya. Alat itu dibelinya 5 tahun silam. Untuk menerangi rumahnya, sehari dia harus menyediakan minimal 2 liter bensin.

Menurut penuturan Bargoto kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group) kemarin,dia sudah melakukan pendekatan kepada tiga biro jasa instalasi listrik. Terakhir, sudah hampir dua tahun silam dia berupaya mendaftar ke PT PLN ranting Lubukbasung.

”Sudah dua kali petugas PLN yang menyurvei ke sini. Seingat saya, mereka baru ke sini tiga bulan lalu. Namun sampai hari ini, tak satupun tiang listrik yang mendekati rumah saya,” ujarnya.

Beli bensin sehari, dirasakan Bargoto, membuat pengeluarannya jadi membengkak. Dia hanya dapat menikmati aliran listrik dari genset dari pukul 18.00 hingga pukul 02.00.

”Belum lagi dihitung biaya tambahan jika mesin rusak. Mesin genset ini sudah yang kedua kalinya kami beli,” imbuhnya.

Padahal, lanjutnya, akses jalan sudah beraspal tiga bulan lalu, tapi belum diikuti dengan ketersediaan aliran listrik sejak rumahnya itu berdiri.

”Lihat saja, jalannya sudah bagus, potensi daerah ini bakal ramai penduduk, kabarnya bakal ada perumnas (perumahan nasional),” tuturnya sambil menunjuk jalan beraspal yang tembus ke Pulai dan akses alternatif menuju ke Sport Center Lubukbasung itu.

Yeni Elifa Putri, 47, warga lainnya yang tinggal beberapa meter dari rumah Bargoto justru lebih miris. Dia dan suaminya termasuk dua anaknya yang berstatus sebagai pelajar, hanya mendapati penerangan dari lampu togok.

”Sudah 10 tahun kami hidup begini, ditemani lampu togok. Sedikitnya sudah 5 kali saya mendaftar ke PLN, namun belum ada realisasi. Terakhir, saya mendaftar sebelum puasa kemarin,” paparnya.

Anaknya yang sulung kelas 1 SMA, dan yang bungsu kelas 2 SD. ”Kasihan, malam hari mereka harus belajar gelap-gelapan,” tambah Yeni.

Manajer PLN Ranting Lubukbasung, Monli Asri melalui telepon genggamnya berjanji bakal menelusuri keluhan masyarakat itu secepatnya. ”Kami sudah menerima beberapa usulan. Tahun ini, bakal ada pembangunan instalasi listrik baru yang tersebar di 8 lokasi kerja kami,” jelasnya.

Dari delapan titik itu, lanjut Monli, PLN bakal melayani lebih dari ratusan pelanggan baru. ”Warga Jorong IV Surabayo akan kami prioritaskan. Untuk itu, kami harapkan warga bersedia memperbarui permohonan. Bisa jadi berkas yang diajukan kadang terlupa dan kadang terhimpit oleh banyaknya dokumen di kantor,” tukasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar