Banyak Pelajar Gunakan Kendaraan Pribadi, Dishub Beri Penyuluhan Keselamatan

598
Pesona Indonesia
Kabid Darat Dishub Bintan, Aris Sulistio sedang memaparkan tentang tata cara berlalulintas dengan baik pada pelajar di Aula SMAN 2, Jalan Wisata Bahari, 24, Kecamatan Toapaya, Selasa (9/8). Foto:Harry/Batampos
Kabid Darat Dishub Bintan, Aris Sulistio sedang memaparkan tentang tata cara berlalulintas dengan baik pada pelajar di Aula SMAN 2, Jalan Wisata Bahari, 24, Kecamatan Toapaya, Selasa (9/8). Foto:Harry/Batampos

batampos.co.id – Bidang Hubungan Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan menggelar penyuluhan keselamatan berlalulintas khusus untuk anak sekolah di SDN 001, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang dan SMAN 2, Kecamatan Toapaya, Selasa (9/8). Sekolah yang menjadi target penyuluhan ini akan dipersiapkan sebagai pelopor keselamatan berlalulintas di Kabupaten Bintan.

“Saat ini kita berikan penyuluhan kepada dua sekolahan. Diantaranya untuk tingkat SD melibatkan 100 siswa dan SMA sebanyak 100 siswa juga,” ujar Kabid Darat Dishub Bintan, Aris Sulistio.

Banyak pelajar yang menggunakan kendaraan pribadi dengan bebas tanpa pengawalan orangtuanya. Baik saat berpergian ke sekolah maupun di luar jam sekolah. Acapkali pelajar terlibat insiden lakalantas di jalan raya. Dikarenakan belum menguasai cara menggunakan kendaraan yang baik dan benar serta belum mengerti makna atau tanda-tanda rambu lalulintas.

Agar kondisi itu tak berkelanjutan, kata dia, pelajar wajib mengetahui tata cara keselamatan dalam berlalulintas. Maka dari itu Dishub Bintan memberikan penyuluhan keselamatan berlalulintas sejak usia dini. Hal ini dilakukan agar pelajar mengetahui serta memahami prosedur dalam berkendaraan. Dengan ilmu itu, pelajar bisa menghargai nyawanya sendiri dan orang lain.

“Semoga dengan penyuluhan ini pelajar bisa menjadi pelopor keselamatan berlalulintas baik dalam lingkungan sekolah maupun luar,” katanya.

Penyuluhan keselamatan ini diharapkan tidak terhenti begitu saja karena keselamatan itu sangat penting bagi setiap individu. Agar tetap berlanjut, peran dalam penyuluhan ini harus dilanjutkan oleh pihak sekolah baik kalangan guru maupun siswa.

Sebagai pendukung agar penyuluhan keselamatan tetap berjalan. Dishub Bintan membagikan buku pedoman keselamatan berlalulintas (Booklet), CD berisikan materi tata cara berkendara dengan menaati rambu-rambu lalulintas, buku catatan khusus, pena, gantungan kunci serta dua pin pelopor keselamatan berlalulintas (Zebra Sahabat Kita) dan Pin Pekan Keselamatan (Aksinya Keselamatan Jalan Indonesia “Saatnya Bertindak”).

“Kita juga berikan poster keselamatan lalulintas, jaket dan rompi serta pakaian Polisi Kemanan Sekolah (PKS). Diharapkan guru-guru bisa menggunakan semua barang yang kita berikan untuk mengajarkannya kembali di sekolah. Baik dengan simulasi keselamatan lalulintas untuk sekolah maupun di lingkungan masyarakat sekitar,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar