Dua Napi Lapas Tanjunggusta Kendalikan Sabu dari Malaysia

1101
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Dua narapidana yang mendekam di Lapas Tanjunggusta, Medan masih bisa mengendalikan peredaran narkoba ke Sumut.

Kedua narapidana tersebut adalah NMY dan S. Napi narkoba ini diciduk langsung dari Lapas Tanjunggusta.

Mereka dicomot berdasarkan pengembangan dari seorang warga negara Malaysia bernisial MFBS yang ketangkap saat berupaya menyelundupkan sabu sebanyak 1,025 kilogram. Pria bertubuh gempal ini diciduk ketika mendarat di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) dengan menumpangi AirAsia.

Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu, Zaky Firmansyah menyatakan, MFBS diamankan pada Kamis sore. Menurut dia, barang bukti itu ditemukan dari selangkangan MFBS yang dibalut dengan kaos kaki.

Selanjutnya, Bea Cukai Kualanamu melakukan pengembangan. Hasilnya, seorang tersangka bernisial MYA ditangkap di salah hotel daerah Kota Medan.

“Diduga pemilik barang bernisial NMY dan S (narapidana di Lapas Tanjunggusta). Semua tersangka ada 4 orang, seorang WN Malaysia dan tiga lagi warga Medan,” kata Zaky seperti diberitakan sumutpos (Jawa Pos Group) hari ini (10/8).

Atas perbuatannya, keempat tersangka melanggar UU No 17/2006 tentang Perubahan atas UU No 10/1995 tentang Kepabeanan dan UU No 35/2009 tentang Narkotika.

“Semuanya diancaman hukuman mati,” tambah Zaky.

Dia menambahkan, upaya penggagalan sabu sebanyak 1,025 kilogram itu menyelamatkan 5.125 orang, jika asumsinya 1 gram dikonsumsi lima orang.

Sementara, Direktur Reserse Narkoba Poldasu, Kombes Pol Edi Iswanto mengaku, pengungkapan kasus narkoba di bandara ini, baru kali pertama berhasil diungkap. Disebut, pihaknya berhasil mendapat pengirim, penjemput dan pemesan.

“Kami sedang cari HP kedua tersangka di Lapas,” singkatnya.

Hadir dalam paparan kasus tersebut di antaranya, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara Iyan Rubiyanto, Kapolres Deliserdang AKBP Robert Da Costa, GM PT Angkasa Pura II KNIA Iwan Khrishadianto, Kepala Kantor Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Anwar, Kasi Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Kualanamu Orlando dan pejabat BNN Provinsi/kabupaten. (jpg)

Respon Anda?

komentar