Fullday School Belum Layak Diterapkan di Karimun

656
Pesona Indonesia
SMPN2 Binaan Tebing terapkan full day school. foto:tri haryono/batampos
SMPN2 Binaan Tebing terapkan full day school. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghimbau agar sekolah di Indonesia menerapkan fullday school atau sekolah seharian penuh untuk mencegah hal-hal negatif terjadi di kalangan pelajar. Hanya saja, untuk Kabupaten Karimun penerapan rencana tersebut belum layak diterapkan disebabkan beberapa faktor.

”Rencana Kemendikbud tersebut bagus dan positif. Tapi, tentunya perlu dilakukan kajian secara bersama. Artinya, tidak hanya dari pihak sekolah atau dari dinas pendidikan di daerah saja. Melainkan, harus melibatkan masyarakat, dalam hal ini wali murid,” ujar kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten, MS Sudarmadi, Selasa (9/8).

Kata Sudarmadi masih banyak yang harus disiapkan oleh pemerintah, khususnya sekolah-sekolah di Kabupaten Karimun untuk bisa menerapkan fullday school. Misalnya, yang harus dipersiapkan adalah sarana sekolah. Mulai dari kelengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan fullday school. Termasuk juga kecukupun lokal untuk seluruh pelajarnya masuk pada pagi hari.

”Kita akui saat ini masih ada sekolah yang tidak cukup kelasnya, sehingga terpaksa menerapkan sekolah masuk siang. Bahkan, saat ini dalam satu sekolah tidak hanya satu atau dua lokal saja yang sekolah masuk siang. Tapi, lebih dari itu. Penyebabnya, karena kekurangan lokal di sekolah. Meski demikian, saat ini sudah ada beberapa sekolah negeri dan swasta di Tanjungbalai sudah ada yang menerapkan sekolah dari pagi sampai sore,” paparnya.

Dikatakan Sudarmadi, penerapan fullday school ini sifatnya tidak harus atau tidak ada pemaksanaan. Artinya, jika memang ada sekolah di Karimun yang mampu untuk melaksanakannya seperti beberapa sekolah-sekolah yang sejak beberapa tahun lalu telah melaksanakannya. Hanya saja, tetap harus dibicarakan dengan wali murid dan termasuk juga Diknas. Jangan sampai setelah dilaksanakan timbul ketidakpuasan dari orang tua. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar