Kasus Pidana Anak di Bawah Umur Meningkat di Dabo

913
Pesona Indonesia
 Kanit Reskrim Polsek Dabo Singkep, Aiptu Hendri . foto:wijaya satria/batampos
Kanit Reskrim Polsek Dabo Singkep, Aiptu Hendri . foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kanit Reskrim Polsek Dabo Singkep, Aiptu Hendri mengatakan Polsek telah menangani empat kasus pidana anak di bawah umur sejak Januari hingga Juli tahun ini. Tiga dari empat kasus tersebut selesai pada tahap diversi, sedangkan satu kasus berlanjut hingga ke meja kejaksaan.

“Kasus yang lanjut adalah kasus pengeroyokan karena tidak mencapai kesepakatan pada tahap diversi,” kata Hendri ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/8) pagi.

Hendri menambahkan, kasus yang terjadi pada Selasa (14/6) lalu tersebut, sudah pada tahap dua atau P21 dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan pada Kamis pekan ini. Dalam kasus tersebut, dua anak di bawah umur menjadi tersangka yakni KM dan SP yang mengeroyok Opa yang juga di bawah umur.

Lebih lanjut, Hendri menyampaikan, pada kasus pidana anak di bawah umur akan menjalani tiga kali diversi. Jika tidak berhasil diversi di Kepolisian, nantinya kedua anak tersebut juga melalui diversi di Kejaksaan.

Sedangkan tiga kasus anak lainnya, terlibat tindak pidana pencurian. Namun kasus tersebut berhenti pada tahap diversi karena dari seluruh pihak yang bersangkutan yakni orang tua kedua belah pihak, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD), Balai Pemasyarakatan (Bapas) RT/RW setempat telah mencapai kesepakatan.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua KPPAD Kabupaten Lingga Zulyadin, mengakui adanya peningkatan tindak pidana anak baik sebagai pelaku maupun korban dibanding tahun lalu. Pada pertengahan tahun ini peningkatan mencapai 20 persen dibandingkan pertengahan tahun lalu.

“Kami berharap peran bersama untuk menekan tindak pidana anak di bawah umur ini, karena ini tugas bersama,” ujar Zulyadin.

Selain itu, Zulyadin mengatakan KPPAD Kabupten Lingga telah melakukan sejumlah tindakan untuk menekan tindak pidana anak di bawah umur. Dari kegiatan kunjungan dan bimbingan kepada anak didik di sekolah-sekolah hingga menggelar kegiatan pesantren kilat.

Namun Zulyadin juga meminta kepada pemerintah tingkat kecamatan agar lebih memperhatikan sejumlah kegiatan anak seperti di warnet yang sekarang ini semakin mengkhawatirkan. KPPAD menjumpai sejumlah kasus anak yang bermain di warnet hingga larut malam.

“Bahkan ada anak yang kedapatan membuka situs yang semestinya tidak cocok untuk dilihat anak yang seumurannya,” kata Zulyadin.

Dalam hal ini, Zulyadin meminta peran aktif kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan anak mereka agar tidak terbawa arus pergaulan yang semakin menjerumuskan anak tersebut. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar