Lima Warga Batam yang Disebut Densus Jaringan Teroris Diterbangkan ke Jakarta

625
Pesona Indonesia
Terduga Teroris
Terduga Teroris

batampos.co.id – Lima warga Batam yang oleh Densus 88 disebut sebagai terduga teroris jaringan Katibah Gigih Rahmat (KGR) yang ditangkap di Batam, Jumat (5/8/2016) lalu diterbangkan ke Jakarta, Selasa (9/8). Kelima orang ini dikawal 15 polisi.

“Dua hingga tiga orang mengapit satu orang,” kata seorang sumber, seperti diberitakan koran Batam Pos, Rabu (10/8/2016).

Kelima warga Batam itu, yakni Gigih Rahmat Dewa, Trio Syafrido, Eka Saputra, Tarmidzi, dan Hadi Gusti Yanda. Mereka diterbangkan menggunakan pesawat komersil dan bergabung dengan penumpang lainnya. Namun kelimanya dan ke-15 polisi yang mengawalnya menggunakan pakaian basa sehingga tak diketahui penumpang lainnya.

Agus Purwanto, kuasa hukum keluarga Gigih Rahmat Dewa, mengaku pihak kepolisian sudah memberitahukan jika pemeriksaan Gigih dan empat orang lainnya dilanjutkan di Mabes Polri di Jakarta.

“Tadi malam (kemarin malam, red) diberitahu langsung oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Mengenai langkah yang akan diambil oleh keluarga Gigih, Agus mengatakan pihak keluarga sedang mengkaji dan membahasnya. “Soal langkah hukum, lagi dirapatkan oleh pihak keluarga,” ungkapnya.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, membenarkan kelima warga Batam itu diterbangkan ke Jakarta, Selasa (9/8/2016) pagi. Kelimanya akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Mabes Polri.

“Tadi pagi (kemarin pagi, red) sudah diberangkatkan melalui Bandara Hang Nadim,” ujar Helmy.

Sementara itu, Gigih dan empat rekannya belum pernah diberi kesempatan bicara ke publik atau media, apakah tudingan bagian dari jaringan teroris yang berafiliasi dengan Bahrum Naim benar atau tidak.

Informasi soal dugaan Gigih dan empat orang lainnya bagian dari jaringan KGR selama ini hanya datang dari pihak kepolisian. Termasuk soal tudingan akan meyerang Singapura dari Batam, transfer uang dari Bahrum Naim, memberangkatan Dwi Djoko Wiwoho, pernah melatih pelaku bom Mapolresta Solo, menampung terduga teroris asal Uighur, dan masih banyak tudingan lain yang dialamatkan ke Gigih. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar