Optimisme Datang dari Dunia Properti

806
Pesona Indonesia
Rumah tipe 48 di Perumahan Cipta Green Ville, Tembesi, Batuaji. Foto: Ist
ilustrasi

batampos.co.id – Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Djaja Roeslim, juga mengaku optimistis iklim investasi di Batam akan terus tumbuh. Khususnya di sektor properti. Apalagi saat ini pemerintah menggulirkan program pengampunan pajak (tax amnesty) yang menjamin dana masuk yang cukup besar dari aliran dana repatriasi. Begitu juga dengan kebijakan yang mempermudah perizinan seperti layanan investasi tiga jam (I23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK).

“Terus terang penjualan properti saat ini tidak lebih bagus dari tahun 2015, dan sangat jauh di bawah penjualan 2014, apalagi dengan tahun 2013 dimana saat itu pertumbuhan penjualan properti tengah bagus-bagusnya,” ucap Djaja kemarin (9/8).

Djaja sangat merespon baik ketika pemerintah pusat merilis tax amnesty sejak 1 Juli lalu. Ia melihat potensi yang bisa dikembangkan di Batam karena aliran dana repatriasi akan menyasar ke sektor properti.

“Yang memanfaatkan kebijakan ini memang belum banyak, tapi ada peningkatan. Dana masuk tersebut pasti akan digunakan untuk menanamkan investasi terutama dalam pasar modal dan properti. Namun khusus di Batam, pasti sektor properti akan mengalami peningkatan, mengingat masyarakat Batam belum melek instrumen investasi di pasar modal,” ungkapnya.

Di saat situasi ekonomi lesu seperti saat ini, Djaja mengapresiasi tindakan Bank Indonesia (BI) yang mengeluarkan kebijakan menurunkan Loan to Value (uang muka) properti menjadi hanya 15 persen. “Kebijakan KPR inden juga bagus untuk menguntungkan konsumen properti,” ucapnya lagi.

Djaja juga meminta kepada pemerintah sebagai regulator agar tetap menjaga iklim investasi tetap kondusif.

“Sekarang sudah mulai agak membaik. Saya berharap pemerintah jangan membuat kebijakan yang tidak pro investasi,” katanya.

Ketua REI Batam ini juga memuji langkah yang diambil oleh BP Batam dengan memanggil pemilik lahan tidur dan merilis kebijakan pengalokasian lahan secara online. “Kita sangat dukung karena dengan pemberlakuan sistem online, maka broker-broker dan mafia lahan itu bisa hilang dengan sendirinya,” ungkapnya.

Djaja berharap BP Batam selaku pemegang kendali pengelolaan investasi di Batam terus bekerja keras. Sehingga Batam akan segera bangkit dari tidurnya dan mengejar ketertinggalannya dari kawasan perdagangan bebas atau kawasan ekonomi khusus di negara tetangga, termasuk menyaingi Singapura. (bpos)

Respon Anda?

komentar