Penerima Rehab RTLH Mengutang Bahan Bangunan

755
Pesona Indonesia
Salah satu rumah keluarga tidak mampu di Karimun. foto:dok
Salah satu rumah keluarga tidak mampu di Karimun. foto:dok

batampos.co.id – Program rehabilitasi rumah tak layak huni tahun 2015, sudah selesai dilaksanakan. Meski puluhan warga kurang mampu penerima program RTLH sudah siap menempati rumah tersebut, namun masih ada sepuluh unit yang tidak diselesaikan pembayarannya oleh pemerintah.

Keterlambatan pengerjaan sepuluh unit RTLH, alasannya dana tak kunjung cair. Imbasnya, pengerjaannya ikut terbengkalai disebabkan ketiadaan uang untuk beli bahan bangunan. Beruntung ada seorang pengusaha yang mau menanggung pengadaan barang hingga pengerjaan sepuluh unit RTLH tadi selesai.

“Terus terang saja, memang kami sangat bersyukur adanya pengusaha yang mau mendahulukan pengadaan bahan bangunan rumah tak layak huni jadi rumah layak huni. Sebab, kami yang terdata mendapatkan RTLH itu sudah ada sinyal buka rekening di bank untuk anggaran 2015 tersebut. Oleh karena itu, kami berani ambil bahan bangunan pada pengusaha itu dengan catatan setelah dana RTLH dicairkan, baru utang dilunasi,” ungkap salah satu pemilik rumah RTLH di Kecamatan Durai yang enggan disebutkan namanya.

Kenyataannya, rumah sudah siap ditempati tapi utang bahan bangunan kepada pengusaha belum bisa dilunasi. Itulah yang menjadi pemikiran warga penerima program RTLH. “Bagi kami, menjadi beban moral yang sudah menempati rumah tak layak huni, tapi masih meninggalkan utang,” paparnya seraya berharap Pemkab Karimun maupun Pemprov Kepri dapat mengambil kebijakan untuk membatu meringankan beban mereka.

Sementara Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, yang dikonfirmasi disela-sela pelantikan lima Kepala Desa di Moro, tak membantah adanya puluhan warga yang masih berutang bahan bangunan program RTLH tersebut. Bahkan, pengusaha bahan bangunan Durai itu, juga pernah mencurahkan keluhan tentang niat baiknya mendahulukan bahan bangunan untuk warga. Namun karena dana RTLH 2015 hingga saat ini belum dicairkan, makanya warga bersangkutan belum dapat melunasi bahan bangunan tersebut.

”Saya sudah mendengar hal itu, tapi bersabar dululah karena anggaran benar-benar defisit belum dapat mengambil sikap dalam kelanjutan program RTLH 2015 tersebut,” jelasnya.(pst/bpos)

Respon Anda?

komentar