Raih Perak di Olimpiade, Eko dan Yuni Diberi Bonus Rp 2 Miliar, Plus Rp 15 Juta per Bulan, serta Rumah Baru

578
Pesona Indonesia
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan meraih medali Perak di cabang Angkat Besi di Olympic Games di Rio de Janeiro, 8  Augustus, 2016.  Foto: Stoyan Nenov/AFP
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan meraih medali Perak di cabang Angkat Besi di Olympic Games di Rio de Janeiro, 8 Augustus, 2016. Foto: Stoyan Nenov/AFP

batampos.co.id -Sukses meraih medali perak di Olimpiade Rio De Janeiro 2016, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni masing-masing dijamin mendapat bonus Rp 2 miliar dan tunjangan Rp 15 juta per bulan dari pemerintah.

Tak hanya  itu, Eko juga bakal menerima hadiah rumah baru. Itu semua bentuk apresiasi pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), atas keberhasilan Eko meraih medali emas Olimpiade Rio 2016.

Baca Juga:
> Lifter Putri Indonesia, Sri Wahyuni Raih Medali Perak Olimpiade Rio 2016
> Giliran Lifter Eko Yuli Irawan Sumbang Medali Perak di Rio 2016

Kemenpora memang menjanjikan bonus Rp 5 miliar bagi peraih medali emas, perak Rp 2 miliar, dan perunggu Rp 1 miliar.

Setiap bulan, peraih emas juga akan diberi tunjangan Rp 20 juta, perak Rp 15 juta, dan perunggu Rp 10 juta. Namun, tunjangan itu akan dibayarkan per tahun, yakni Rp 240 juta untuk peraih emas, Rp 180 peraih perak dan Rp 120 juta peraih perunggu.

Dengan demikian, Eko bersama lifter putri Sri Wahyuni yang juga meraih medali perak di kelas 48 kilogram, akan menerima bonus Rp 2 miliar serta pemasukan dari tunjangan sebesar 180 juta rupiah per tahunnya.

Jumlah itu baru dari pemerintah, belum dari pihak lain. Bahkan, PB PABBSI selaku induk yang menaungi cabang olaraga angkat besi dan binaraga di Tanah Air, juga menjanjikan bonus berupa rumah baru kepada Eko dan Yuni.

“Kalau hadiahnya berupa rumah kan ada kenangannya nanti,” kata Ketua Umum PB PABBSI Rosan P. Roeslani, dalam rilis resmi kepada JawaPos.com (grup batampos.co.id).

Rosan juga mensyukuri raihan dua perak dari dua atlet angkat besi Indonesia. Bahkan, dia merasa sejatinya Eko sanggup meraih prestasi yang lebih baik dari perak.

Lifter Indonesia Sri Wahyuni Agustiani saat berlaga di cabang Angkat Besi kelas 48 Kg di Olimpiade Rio, Minggu pagi (7/8/2016). Sri berhasil menyabet Perak sekaligus medali pertama buat Indonesia.  Foto: GOH CHAI HIN/AFP
Lifter Indonesia Sri Wahyuni Agustiani saat berlaga di cabang Angkat Besi kelas 48 Kg di Olimpiade Rio, Minggu pagi (7/8/2016). Sri berhasil menyabet Perak sekaligus medali pertama buat Indonesia. Foto: GOH CHAI HIN/AFP

“Dua perak ini harus kita syukuri, karena inilah hasil terbaik angkat besi Indonesia dalam Olimpiade. Malah kemungkinan masih bisa bertambah lagi besok,” kata Rosan.

“Seharusnya Eko Yuli dapat meraih medali emas, tapi perak inilah pencapaian yang harus kita terima,” ujarnya. (ira/JPG)

Respon Anda?

komentar