Ruang Belajar Belum Cukup, Natuna Tidak Siap Fullday School

782
Pesona Indonesia
Ilustrasi dokumen jpnn
Ilustrasi dokumen jpnn

batampos.co.id – Kebijakan full day school atau sekolah seharian penuh yang akan diterapkan kementerian pendidikan dan kebudayaan, ternyata belum bisa ditanggapi dinas pendidikan Natuna. Apakah siap atau tidak menerapkan kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Natuna, Agus Supardi mengatakan, siap atau tidaknya menerapkan kebijakan baru yakni full day school dalam pendidikan di Natuna, dinas pendidikan belum menerima surat resmi dari kementerian pendidikan.

“Belum ada sosialisasinya dan surat resminya kementerian pendidikan, jadi siap atau tidak itu diterapkan di Natuna jangan ditanya dulu,” sebut Agus Supardi, Selasa (9/8).

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy membuat gebrakan baru untuk pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), yakni belajar seharian penuh di sekolah atau full day school.

Secara umum di Natuna, khususnya sekolah dasar, sejumlah sekolah masih kekurangan ruang belajar. Sehingga waktu belajar ada yang pagi hari dan sore, bagi murid baru. Misalnya di SDN 07 di Kelurahan Ranai Darat. Sekolah sore terpaksa diterapkan guru, karena kekurangan ruang belajar. Tidak hanya itu, jam belajar sore juga terjadi di SDN 001 dan SDN 002 Ranai, jumlah murid sudah melebihi kapasitas, sementara jumlah ruang belajar masih kurang.

Agus Supardi mengatakan, persoalan ruang belajar, jika diberlakukan full day school nantinya apakah memenuhi kebutuhan atau tidak sangat relatif. Namun Pemerihtah Kabupaten Natuna, berkeinginan dilaksanakan standar pelayanan minimal di bidang prasarana dapat lebih ditingkatkan

Pada tahun 2016 ini, sambungnya, akan ditambah lagi sebanyak 29 ruang kelas baru sekolah dasar tersebar di Natuna. Dan melakukan rehab 21 ruang kelas yang sudah dibangun. Membangun satu perpustakaan sekolah dan dua sekolah dibangun labor komputer.

“Natuna masih meningkatkan standar pelayanan minimal,” jelas Supardi.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar