Sukses Transpalansi Jantung di Usia 6 Hari, Dua Tahun Kemudian Tewas Bersama Ayah, Ibu, dan Kakaknya

647
Pesona Indonesia
Willow (paling kecil) bersama ayah dan ibu serta dua kakaknya, 1 September 2014. Willow tumbuh jadi anak yang sehat usai menjalani transpalansi jantung di usia 6 hari. Namun dua tahun kemudian, Sabtu (6/8/2016) ia tewas bersama ayah dan ibu serta dua kakaknya. Foto: http://en.francais-express.com
Willow (paling kecil) bersama ayah dan ibu serta dua kakaknya, 1 September 2014. Willow tumbuh jadi anak yang sehat usai menjalani transpalansi jantung di usia 6 hari. Namun dua tahun kemudian, Sabtu (6/8/2016) ia tewas bersama ayah dan ibu serta dua kakaknya. Foto: http://en.francais-express.com

batampos.co.id – Pasangan suami istri Mark dan Megan Short betapa bahagia ketika Willow Short sukses menjalani transpalansi jantung diusianya yang baru 6 hari. Saat lahir, Willow memang divonis mengalami kelainan jantung.

Cerita sukses transpalansi jantung itupun menjadi buah bibir dan menghiasi berbagai media di AS.Willow kemudian tumbuh menjadi anak yang lucu, meski terbilang berkebutuhan khusus.

Namun, saat Willow berusia dua tahun, Willow malah ditemukan tewas. Bukan karena penyakit, melainkan peluru yang ditembakkan keluarganya sendiri.

Ya, Sabtu (6/8/2016) lalu, masyarakat Kota Sinking Spring Borough, Berks County, Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), digegerkan dengan penemuan lima mayat di salah satu rumah. Polisi mengidentifikasi mereka adalah pasangan Mark dan Megan Short serta tiga anaknya, Liana, Mark Jr, dan Wilow.

Seluruh anggota keluarga Short itu tewas dengan luka tembak di tubuh mereka. Di dekat mayat Megan dan suaminya, polisi menemukan sepucuk pistol. ‘

Investigasi awal menunjukkan bahwa keluarga itu menjadi korban pembunuhan. Tapi, pelakunya adalah satu di antara para korban sendiri. ’’Ini kasus murder-suicide,’’ terang aparat.

Pihak berwajib menyebut pelaku pembunuhan adalah satu di antara para korban. Diduga, pelakunya adalah Megan atau suaminya, Mark. Sebab, senjata api terletak di antara mayat mereka berdua. Setelah membunuh para korban, pelaku mengakhiri hidup dengan senjata yang sama.

Namun, polisi belum mengungkap siapa pelaku pembunuhan. Yang jelas, pembunuhan yang diakhiri dengan bunuh diri itu sudah direncanakan. Sebab, anjing keluarga juga tewas akibat tembakan.

Bahkan, peliharaan keluarga Short itu mati lebih dulu. Polisi juga menemukan sebuah surat wasiat tidak jauh dari lokasi penemuan mayat. Sayang, polisi tidak mau membocorkan isi wasiat itu kepada media.

Senin waktu setempat (8/8/2016), polisi membawa jasad Mark ke rumah sakit untuk keperluan autopsi. Tapi, Megan dan tiga anaknya –Liana, Mark, dan Willow–tidak akan menjalani autopsi.

’’Mereka semua diperkirakan meninggal setelah pukul 18.00 waktu setempat,’’ terang Joel Bonilla, salah seorang pejabat koroner Berks County.

Kasus yang menggemparkan dunia itu terbongkar pada akhir pekan lalu saat anggota keluarga Megan mengaku tak bisa menghubungi perempuan berambut gelap tersebut. Padahal, ketika itu, mereka punya janji makan siang.

Dan, tidak biasanya Megan absen. Laporan pihak keluarga tersebut menuai respons cepat. Apalagi, bersamaan dengan itu, ada petugas sosial yang berniat mengecek kondisi anak-anak Megan.

Karena tak kunjung muncul meski pintu rumah sudah diketuk, petugas pun nekat mendobraknya. Saat itulah polisi menemukan jasad Megan beserta suami dan anak-anaknya tergeletak di lantai.

Juga, jasad anjing peliharaan keluarga. Ambulans dan mobil pemadam kebakaran pun langsung berdatangan ke permukiman yang terbilang elite tersebut.

Bagi masyarakat Pennsylvania, nama Megan dan Mark tidak asing lagi. Sejak dua tahun lalu, keluarga Short sering menghiasi halaman surat kabar lokal dan nasional.

Itu disebabkan putri bungsu mereka, Willow, menderita kelainan jantung bawaan dan harus menjalani transplantasi di usia yang masih sangat dini. Megan juga sering mengunggah kisahnya mengasuh Willow lewat Facebook.

Willow, beberapa hari setelah menjalani transpalansi jantung. Foto: http://scallywagandvagabond.com
Willow, beberapa hari setelah menjalani transpalansi jantung. Foto: http://scallywagandvagabond.com

Selain itu, Megan beberapa kali mengeluhkan suaminya yang kasar lewat media sosial tersebut. Pekan lalu, dia bahkan mengungkapkan niat meninggalkan rumah dan menggugat cerai Mark.

’’Jangan berpikir yang tidak-tidak tentang Mark. Dia ayah yang sangat baik. Dia akan melakukan apa pun demi orang lain. Kalian tidak tahu kondisinya. Jadi, tolong jangan menghakimi,’’ ujar James, sepupu Mark.

Lewat Facebook pula, Megan sempat minta tolong tetangga untuk membantu pemindahan barang. Sebab, dia telah memutuskan angkat kaki dari rumah tersebut pada akhir pekan alias Sabtu.

Tidak hanya sumpek menghadapi suami yang kasar, Megan tampaknya juga stres karena harus terus-menerus merawat Willow yang berkebutuhan khusus. Namun, belum juga terwujud keinginannya pindah rumah, dia ditemukan sudah tak bernyawa. (CNN/readingeagle/nbc/hep/c19/any/jpgrup)

Respon Anda?

komentar