Waspada! Ada Modus Penipuan Baru

488
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Modus pelaku kejahatan untuk mengelabui masyarakat semakin hari semakin beragam. Baru-baru ini, dua anggota sindikat penipuan dengan modus menawarkan dana bantuan pemerintah berhasil diringkus Polsekta Natar Lampung Selatan (Lamsel).

Kedua tersangka adalah Budiono (45) warga Desa Candi Mas, Natar, Lampung Selatan (Lamsel) dan Wisnu Baroto (49) warga desa Handuyang, Natar, Lampung Selatan (Lamsel). Keduanya diringkus di rumahnya masing-masing pada Sabtu (6/8) kemarin.

Polisi berhasil menangkap tersangka setelah mendapat laporan dari pengusaha rongsokan yang bernama Bunari.

“Modusnya menawarkan dana bantuan usaha nonmikro sebesar Rp 700 juta dari Kementrian Keuangan,” ujar Kapolsek Natar, Kompol Listiyono Dwi Nugroho, seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group), Rabu (10/8).

“Namun sebelum cair, korban harus membayar pajak pinjaman Rp 135 Juta, dan itu sudah diserahkan. Tapi setelah sekian lama bantuan itu tak kunjung cair,” imbuhnya.

Korban mengaku percaya pada pelaku karena Budiono pernah menjadi pelaksana tugas Kepala Desa Candi Mas. Selain itu, mereka juga pandai meyakinkan Korban. Karena, tersangka pura-pura mempertemukan Bunari dengan Soni M yang mengaku Kepala Bendahara dan Anggaran Provinsi Lampung.

Setelah memberikan uang tanda jadi sebesar Rp 135 Juta ke Budiono dan Wisnu, lalu Bunari mendapatkan surat pencairan dana bantuan dimana surat itu berkop atas Pemerintah Provinsi Lampung.

Surat itu juga ditandatangani Soni dan Fikri Rahmad Abdullah sebagai Kepala Seksi Bidang Bantuan APBN.

“Lalu Bunari membawa surat pencairan itu ke Bank Lampung, ternyata surat itu fiktif dan dana tersebut tidak bisa dicairkan,” paparnya.

Sementara itu Wisnu mengaku perbuatan itu adalah ide Soni.

“Awalnya saya dihubungi Soni dan diajak dia melakukan penipuan dan saat bertemu juga dia mengaku sebagai Bendahara Provinsi Lampung,” ujarnya.

Wisnu menjelaskan uang hasil penipuan tersebut bukan dia yang menikmati hasilnya.

“Uangnya semua ke Soni, kita enggak dikasih sama sekali,” terangnya. (cw4/ray/jpnn)

Respon Anda?

komentar