11 Bayi Prematur Tewas Terpanggang di Inkubator Rumah Sakit

823
Pesona Indonesia
Inkubator tempat bayi prematur dirawat di RS Yarmuk, Bhagdad, Irak, gosong bersama bayi yang ada di dalamnya saat RS tersebut terbakar, Rabu (10/8/2016) malam. Sumber Foto: CNN
Inkubator tempat bayi prematur dirawat di RS Yarmuk, Baghdad, Irak, gosong bersama bayi yang ada di dalamnya saat RS tersebut terbakar, Rabu (10/8/2016) malam. Sumber Foto: CNN

batampos.co.id -Lahir dalam kondisi prematur, 11 bayi di rumah sakit Yarmuk, Baghdad, Irak, terpaksa dirawat di inkubator. Harapannya, bayi ini bisa sehat seperti layaknya bayi lahir normal setelah dirawat beberapa hari.

Namun, Takdir Allah berkata lain. Sebelas bayi mungil itu tewas terpanggang setelah rumah sakit tersebut dilalap api, Rabu (10/8/2016).

“Sebanyak tujuh bayi lain dan 29 perempuan di bangsal yang terbakar itu bisa diselamatkan. Mereka kini dirawat di rumah sakit lain,’’ ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Irak Ahmed Al Rudeini.

Sekitar 19 orang di antaranya dirawat karena luka bakar dan menghirup terlalu banyak asap. Kebakaran terjadi setelah tengah malam. Tim pemadam kebakaran membutuhkan waktu tiga jam sebelum api dapat dipadamkan sepenuhnya.

Api diduga berasal dari korsleting listrik. Kebakaran lantaran korsleting listrik sudah biasa terjadi di Irak. Sebab, pemeliharaan listrik dan kualitas kabel di negara tersebut cukup buruk.

Keluarga korban yang berkumpul di depan rumah sakit kemarin pagi mengamuk. Mereka mendapat informasi yang simpang siur terkait dengan kondisi pasien.

Hussein Omar adalah salah satunya. Pekerja bangunan yang berusia 30 tahun itu tidak tahu kondisi bayi kembarnya yang lahir seminggu lalu. Pihak rumah sakit memintanya mencari ke rumah sakit lain tempat korban selamat dirawat. Namun, tidak ada bayi-bayinya.

Mereka lantas memintanya ke kamar mayat rumah sakit Yarmuk. Hasilnya malah membuatnya kian berang.

’’Saya hanya menemukan potongan daging yang hangus terbakar. Saya ingin bayi laki-laki dan perempuan saya kembali. Pemerintah harus mengembalikan mereka,’’ ujarnya, sedih. (reuters/afp/bbc/sha/c14/any/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar