Alami Gangguan Mesin, Garuda Gagal Terbangkan CJH

940
Pesona Indonesia
KERUSAKAN MESIN: CJH Kloter II turun pesawat Garuda Indonesia Boeing 747 Serie 400 menuju ruang tunggu internasional Bandara Internasional Minangkabau, kemarin. Akibat kerusakan mesin, maskapai Garuda Indonesia gagal terbang--sy. ridwan/padang ekspres
KERUSAKAN MESIN: CJH Kloter II turun pesawat Garuda Indonesia Boeing 747 Serie 400 menuju ruang tunggu internasional Bandara Internasional Minangkabau, kemarin. Akibat kerusakan mesin, maskapai Garuda Indonesia gagal terbang. Foto: sy. ridwan/padang ekspres/jpg

batampos.co.id — Keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang (Kloter) II dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ke Bandara Pangeran Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah , tertunda selama beberapa jam pada Rabu (10/8).

Pesawat Garuda Indonesia Boeing 747 seri 400 yang mengangkut sebanyak 454 JCH yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada pukul 13.25 WIB itu, mengalami permasalahan pada engine mesin nomor dua atau mesin bagian sebelah kiri.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, saat ini pihak Garuda Indonesia terus berupaya memperbaiki persoalan pada mesin sebelah kiri tersebut. Hingga pukul 17.00, pesawat masih dalam perbaikan.

Awalnya seluruh kondisi hingga ke bagian mesin pesawat sudah dicek oleh pihak Garuda Indonesia dan tidak ditemukan persoalan. Permasalahan atau gangguan mesin tersebut diketahui pihak Garuda, setelah JCH berada di atas pesawat.

Gangguan mesin kiri pada pesawat tersebut terpaksa menunda jadwal penerbangan JCH ke Tanah Suci yang seharusnya take off pada pukul 13.25.

Untuk memperbaiki gangguan mesin tersebut Garuda Indonesia mendatangkan teknisi dari anak perusahaan Garuda Indonesia di Jakarta yakni Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFAA).

“Ini hanya masalah teknis. Teknisi kita sedang berupaya memperbaiki masalah gangguan mesin ini,” sebut General Manager Garuda Indonesia Padang, Ryanto A Winarso saat dihubungi Padang Ekspres (Jawa Pos Group), (10/8).

Ryanto menyebutkan, sebelum siap diterbangkan seluruh kondisi pesawat baik itu mesin atau yang lainnya sudah dalam keadaan oke.

Namun tiba-tiba saat akan dioperasikan, terjadi gangguan teknis. “ Tadi semuanya sudah oke, sebelum akan terbang kita sudah periksa,”üjarnya.

Ia mengatakan, delapan teknisi dari GMFAA sedang bekerja keras dan membutuhkan waktu 3 jam lebih untuk mengatasi gangguan tersebut.

Ia menyebut, awalnya penumpang dibiarkan tetap berada di pesawat, namun karena perbaikan hingga sore masih dilanjutkan, pihaknya memindahkan JCH sementara waktu di ruang tunggu Internasional BIM.

Ryanto menegaskan, kalau pihak Garuda Indonesia tidak akan melakukan penggantian pesawat untuk pemberangkatan JCH tersebut. Pesawat yang mengalami gannguan mesin tersebut tetap dijadwalkan terbang dari BIM menuju Madinah.

“Kita perkirakan pesawat bisa diterbangkan malamnya. Kita usahakan semuanya cepat selesai,”ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumbar, Irwan mengatakan, hingga sore kondisi 454 JCH yang tertunda keberangkatannya tersbeut masih dalam keadaan baik.

“Tidak ada JCH yang panik karena gangguan pada pesawat meski mereka tertunda untuk berangkat ke Tanah Suci,”ujar Irwan.

Dia menambahkan, JCH untuk sementara dipindahkan dari dalam pesawat ke ruang tunggu keberangkatan Internasional.

“Di ruang tunggu itu, petugas haji terus mendampingi para JCH dan melayani segala kebutuhan yang diperlukan,” ujarnya.

Ia berharap kalau kejadian seperti ini tidak terulang kembali, sehingga jadwal keberangkatan yang sudah terjadwal terlaksana tepat waktu.

Dia menambahkan, JCH pada kloter II tersebut dijadwalkan terbang pada pukul 13.25 WIB dengan jumlah sebanyak 454 dengan rincian 449 JCH dan 5 orang petugas haji. Sebelumnya jumlah JCH pada kloter II berjumlah sebanyak 455 jamaah termasuk dengan petugas haji. Namun satu orang JCH batal berangkat dengan alasan sakit.

JCH tersebut bernama, Nurhayani Nurdin, 66, asal kota Padang.

“JCH ini tidak sempat masuk asrama karena sakit. Pihak keluarga sudah mengkonfirmasikannya. JCH ini batal berangkat haji tahun ini dan akan berangkat haji tahun besok, sesuai dengan keinginan jamaah, “jelas Irwan.

Dihubungi terpisah, General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Suparlan membenarkan keberangkatan calon jamaah haji Sumbar kelompok terbang (kloter) II tertunda dari jadwal yang ditentukan sekitar pukul 13.45, Rabu (10/8).

“Informasi yang kami dapat, ada masalah teknis pada pesawat yang akan mengangkut calon jamaah haji Sumbar tersebut. Pesawat terpaksa kembali ke Apron (tempat parkir pesawat, red) setelah beberapa saat berjalan,” ujar Suparlan saat dihubungi Padang Ekspres, Rabu siang tadi.

Mendapati pesawat kembali ke Apron, sebut Suparlan, tentunya pihak bandara mengambil langkah, diantaranya meminta informasi dari petugas haji maupun maskapai soal penyebab kembalinya pesawat bertubuh besar itu.

“Kami juga ingin mengetahui gangguan apa yang sebenarnya terjadi dari teknisi. Bila perbaikan itu bisa diselesaikan dalam waktu sebentar, maka penumpang tetap dalam pesawat. Tapi bila perbaikan itu butuh waktu hingga berjam-jam, maka kami akan persiapkan terminal internasional untuk menampung sementara calon jamaah haji tersebut,” terang Suparlan.

Saat ditanya kemungkinan akan ditukarkannya pesawat oleh maskapai, Suparlan menyebutkan hal itu belum diketahui. “Sebab belum ada informasi soal itu dari petugas haji mau pun maskapai Garuda kepada pihak bandara,” kata Suparlan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak bandara belum mengetahui kapan kepastian calon jamaah haji kloter II ini berangkat. Pasalnya belum ada kejelasan dari maskapai kapan pesawat itu akan terbang.

Manajer Operasional BIM, Alzog Pendra Budhi menambahkan para jamaah sudah berada di ruang internasional dan telah diberikan makanan oleh pihak maskapai. “Sekarang, pesawat tengah diperbaiki. Diperkirakan pukul 19.00 malam akan terbang ke Madinah,” ucap Alzog.

Seperti diketahui, 454 JCH Kloter II tersebut berasal dari Kota Padang sebanyak `73 JCH, kemudian kabupaten Solok Selatan 33 orang jamaah, Kabupaten Solok 123 jamaah, Kota Solok 120 jamaah dan didampingi lima petugas kloter.

Untuk Embarkasi Padang, JCH yang akan diberangkatkan berjumlah 4.946 orang. Sebanyak 3.599 berasal dari Sumatera Barat dan 1.292 berasal dari Bengkulu. Kesemua JCH dibagi dalam 11 Kloter dan didampingi 55 petugas haji dengan 11 kloter. (jpg)

Respon Anda?

komentar