Briptu Niazi: Pak Kapolda, Saya Minta Keadilan, Saya Ini Difitnah

1342
Pesona Indonesia
ilustrasi. Foto: Pixabay
ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Anggota Satsabhara Polresta Bandarlampung Briptu Niazi Yusuf menyatakan dirinya tidak bersalah. Ia juga mengaku difitnah.

Hal ini disampaikan Niazi dalam sidang kasus penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang kemarin (10/8). Terdakwa yang diajukan adalah Winda, Ayu, Resti, Erna, dan Nita.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Akhmad Suhel, Niazi menyatakan, sebelumnya dilakukan serah-terima penjagaan tahanan Polresta Bandarlampung, Jumat (6/5).

Niazi curiga dengan posisi tahanan yang berubah. Ia kemudian berkoordinasi dengan Kepala SPK.

”Saya lihat mereka sudah ada yang pindah. Katanya habis bertengkar. Saya curiga kemudian memberitahu kepada kepala SPK. Saat itu diputuskan melakukan razia,” ujar Niazi seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group), hari ini (11/8).

Pemeriksaan dilakukan oleh polisi wanita pada ruang tahanan nomor 10 dan 6. Ruang tersebut ditempati para terdakwa. ”Saya dan yang lain menunggu di luar blok. Ada lima polwan yang melakukan pemeriksaan. Lalu ditemukan satu paket sabu dari balik baju Winda,” sebut Niazi.

Pemeriksaan dilanjutkan ke sel nomor 1. Winda kemudian dibawa ke ruang Satnarkoba. Kepala SPK yang bertugas saat itu Ipda Rohim menyatakan, dari hasil pemeriksaan, diakui sabu berasal dari Ya, salah seorang anggota Satsabhara Polresta Bandarlampung.

”Dia bilang itu disaksikan anggota provost Brigadir Joko,” ujarnya. Namun dalam BAP, Winda dan empat rekannya menyatakan sabu didapat dari Niazi hingga kemudian ia ditetapkan sebagai tersangka.

”Saya difitnah yang mulia. Mereka (terdakwa, Red) semua memfitnah saya,” sebut Niazi kesal.

Proses persidangan ini diwarnai kegaduhan. Ini terjadi setelah keluarga Niazi memprotes pengawalan ketat yang dinilai berlebihan.

Melihat Niazi tiba dengan tangan diborgol, keluarganya protes. ”Dia bukan teroris. Kenapa harus seperti ini sampai diborgol-borgol,” ujar salah satu kerabat Niazi.

Tidak hanya itu. Terjadi keributan antara keluarga Niazi dan kerabat salah seorang terdakwa.

Usai sidang, Niazi kembali menyatakan kekecewaannya. “Saya tidak bersalah. Saya minta keadilan dari pak Kapolda,” kata Niazi yang saat ini dalam pengawalan ketat.

Ketika hendak masuk ke mobil milik Satnarkoba Polresta Bandarlampung, Niazi berdiri dan berteriak. ”Saya difitnah. Itu punya Ya. Dia itu sudah ditangkap, tapi dilepaskan,” teriak Niazi. (jpg)

Respon Anda?

komentar