Dua Ribu Imigran Serbu Kepri, Bisa Timbulkan Keresahan dan Ganggu Stabilitas Ekonomi

1944
Pesona Indonesia
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Meningkatnya kedatangan imigran gelap di tanah air dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan masyarakat dan meningkatkan gangguan keamanan. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Kepri, Ohan Suryana saat pembukaan Sosialisasi Keimigrasian Penanganan dan Penanggulangan Orang Asing Sebagai Pengungsi atau Pencari Suaka, di Ballroom Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (10/8).

Menurut Suryana, di Provinsi Kepri sudah lebih dari dua ribu imigran gelap. Kedatangan mereka berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat maupun menggangu kestabilan perekonomian. Sosialisasi ini sangat penting supaya masyarakat serta pihak-pihak terkait dapat berperan aktif dan saling berkoordinasi untuk mengatisipasi hal-hal yang bisa menggangu keamanan di kota ini.

Hal ini juga sebagai wujud kepedulian dan komitmen rudenim pusat dalam memberikan pemahaman tentang permasalahan, bagaimana strategi serta penanggulangan Warga Negara Asing (WNA) ilegal sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Indonesia maupun Internasional.

“Ribuan orang pencari suaka yang resmi maupun tidak resmi berada di tanah air, tentunya dengan keterbatasan sarana dan prasarana, mereka akan berkeliaran sehingga akan mengkhawatirkan memicu ganguan keamanan di wilayah ini,” katanya.

Sementara itu Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul mengajak seluruh masyarakat serta jajaran instansi pemerintah untuk mengantisipasi kedatangan pengungsi asing di khususnya di Kota Tanjungpinang.

“Rumah detensi Imigrasi yang menjadi tempat penampungan sementara bagi pengungsi kedatangan mereka yang semakin bertambah dari tahun ketahun akan memadati rudenim, dan ini rentan menggangu kehidupan sosial di lingkungan sekitar,” kata Syahrul. (cr21/bpos)

Respon Anda?

komentar