Gubernur Kaget Dengar Tarif SWRO yang Mahal

955
Pesona Indonesia
Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum (SWRO) sudah mendekati tahap akhir pengerjaan. foto:yusnadi/batampos
Teknologi penyulingan air laut menjadi air minum (SWRO) sudah mendekati tahap akhir pengerjaan. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, kaget mendengar tarif dasar Sea Water Riverse Osmosis (SWRO) Tanjungpinang. Sebelum melakukan serah terima proyek percontohan tersebut, Nurdin akan mendudukan kembali persoalan tersebut dengan pihak-pihak terkait. Sampai saat ini, proyek Rp 93 miliar tersebut belum memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Kita duduklan lagi persoalan ini dengan pihak-pihak terkait. Jangan sampai nanti membebankan pemerintah dan merugikan masyarakat,” ujar Nurdin disela-sela meninjau SWRO Tanjungpinang, Rabu (9/8).

Masih kata Nurdin, proyek ini sudah tiga tahun selesai. Hanya saja belum dilakukan serah terima. Tentu perlu dipelajari secara detail dari berbagai aspek. Jangan sampai nanti timbul berita yang menyatakan tarif air di Tanjungpinang termahal sedunia.

“Sekarang kalau kita lihat tarif air PDAM dengan SWRO perbandingannya berlipat ganda perbedaannya,” papar Nurdin yang didampingi Kepala Dinas PU Kepri, Heru Sukmoro.

Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua yang ikut turun kelapangan mengtakan tarif dasar untuk rumah tangga tersebut masih belum diputuskan. Karena harus melalui Surat Keputusan Gubernur. Menurut Rudy hal yang penting untuk diselesaikan sekarang adalah serah terimanya dari Pemerintah pusat.

“Kalau proses serah terima ini gagal dilaksanakan tahun ini, tentu akan menjadi satu ganjalan untuk dapatnya kegiatan yang lain dari pemerintah pusat,” ujar Rudy Chua.

Menurut Politisi Partai Hanura tersebut, harga Rp19.500 perliter kubik berdasarkan perhitungan. Ditegaskannya untuk menyiasati mahalnya harga tersebut, masyarakat sudah diberikan pilihan. Karena kapasitasnya 50 liter perdetik hanya mampu menampung 3.500 rumah tangga.

“Solusinya menggunakan dua meteran. Yakni untuk tarif konvensional dan tarif SWRO,” jelas Rudy.

Sementara itu, Direktur PDAM, Abdul Kholik mengatakan pada prinsipnya mereka siap, apabila nantinya yang diperintahkan Pemprov Kepri untuk mengelola SWRO. Karena PDAM merupakan perusahaan milik daerah. Hanya saja teknisnya seperti apa tentu harus dibahas bersama.

“Perbandingannya harga air PDAM Rp2.600 perkubik. Sementara SWRO Rp19.500. Tetapi sifatnya masih belum diputuskan lewat SK,” ujar Kholik menambahkan.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar