Ini Alasan TNI Merespon Cepat Wasiat Panas Freddy Budiman yang Diungkap Haris Azhar

605
Pesona Indonesia
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman. Sumber Foto: http://poskotanews.com
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman. Sumber Foto: http://poskotanews.com

batampos.co.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki alasan kuat merespon cepat “warisan panas” Ferddy Budiman yang dibongkar Koordinator Kontras Haris Azhar, dengan membentuk tim investigasi untuk menelusuri oknum-oknum jenderal TNI yang menikmati uang hasil narkoba.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman melalui siaran persnya Rabu (10/8/2016) menegaskan, alasan utama TNI membentuk tim investigasi adalah agar TNI benar-benar harus bersih dari narkoba. Pasalnya, TNI memiliki peran penting menjaga kedaulatan NKRI.

Baca Juga: TNI Bentuk Tim Investigasi Terkait Wasiat Panas Freddy Budiman, Dipimpin Jenderal Bintang 3

TNI menyadari dan sangat paham dan sadar bahwa narkoba itu merupakan bisnis tetapi bisnisnya ilegal. Karena ilegal maka akan merapat dan berlindung kepada aparat keamanan seperti TNI dan juga bisa aparat hukum.

“Semakin dekat dengan TNI maka semakin aman. Bisa dekat secara person maupun tempat,” ungkapnya.

Alasan utama kedua adalah ancaman besar bangsa Indonesia saat ini adalah narkoba. TNI meyakini bahwa narkoba ini sangat mengancam negara. Bahkan lebih berbahaya dari terorisme.

Korban yang ditimbulkan oleh narkoba lebih besar dari pada aksi terorisme. Sebagai perbandingan aksi terorisme Bom Bali 1 dan 2 serta Bom Marriot dan Rizt-Carlton merenggut nyawa 234 orang. Bandingkan dengan korban akibat narkoba yang jauh lebih besar.

“Data yang di release dari BNN menyebutkan bahwa ada 50 orang meninggal dunia per hari karena narkoba. Berarti dalam setahun 18.000 orang,” kata Kapuspen TNI.

Karena dua alasan ini, kata dia, TNI tidak mungkin tinggal diam dalam penanganan dan pemberantasan narkoba.

Dalam kesempatan tersebut, Kapuspen TNI juga menyampaikan bukti TNI Konsisten dan serius memberantas narkoba.

Menurutnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada saat entry briefing tahun 2015 lalu telah memberikan arahan kepada seluruh Pangkotama TNI. Salah satu poin pentingnya yaitu perang terhadap narkoba melalui pemberantasan dan pembersihan narkoba dalam lingkungan satuan TNI.

“Perang terhadap narkoba menjadi agenda prioritas dan mendesak,” tegas Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Lebih lanjut, Kapuspen TNI mengatakan dari data hasil operasi penegakan dan ketertiban (Gaktib) dan yustisi di lingkungan TNI terkait perkara Narkoba, menunjukkan bahwa Semester I tahun 2016 terdapat 402 perkara.

Dengan demikian ada kenaikan sekitar 259 perkara atau 100 persen lebih dibandingkan dengan Semester II tahun 2015 terdapat 143 perkara.

“Operasi bersih-bersih narkoba di lingkungan TNI oleh para komandan satuan sangat efektif dan membuahkan hasil,” ujarnya.

Menurut Kapuspen TNI, terkait testimoni Saudara Haris Azhar bahwa adanya keterlibatan oknum TNI yang membantu Freddy Budiman membawa narkoba dari Medan ke Jakarta dengan menggunakan kendaraan dinas Pati Bintang Dua, bila terbukti, TNI akan bertindak tegas.

“TNI tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum. Karena kita negara hukum maka hukum akan berlaku bagi seluruh prajurit TNI baik dari pangkat Prada sampai Jenderal,” tegas Kapuspen TNI.(fri/jpnn)

Respon Anda?

komentar