Istri dan Anak Gigih Tak Ditangkap Densus 88

766
Pesona Indonesia
Suasana penjemputan Gigih yang disebut-sebut terkait jaringan terorisme di Perumahan Mediterania Batam Centre, Jumat (5/8/2016). Foto: istimewa/grup WA
Suasana penggeledahan rumah Gigih yang disebut-sebut terkait jaringan terorisme di Perumahan Mediterania Batam Centre, Jumat (5/8/2016). Foto: istimewa/grup WA

batampos.co.id – Gigih RD, satu dari lima orang yang disebut Densus 88 terduga jaringan terorisme kelompok Khatib Gigih Rahmat (KDR) Batam, yang juga disebut-sebut Densus berafiliasi dengan Bahrum Naim (pentolan ISIS asal Indonesia di Suriah, red), sebelumnya diberitakan diamankan oleh Densus di rumahnya di Mediterani, bersama istri dan anaknya.

Faktanya, Gigih diamankan bukan di rumahnya, tapi di ruas jalan Daeng Kamboja, samping Hotel Harmonie One Batam Centre, Jumat (5/8/2016), pukul 07.21 WIB, usai mengantarkan istrinya bekerja.

Sang istri, bahkan tidak tahu menahu penangkapan suaminya itu. Ia kehilangan kontak usai mengantarkan dirinya bekerja di salah satu kantor pemerintah di kawasan Batam Centre.

Kapolresta Barelang, Kombes Helmy Santika sebelumnya juga membantah kalau istri dan anak Gigih diamankan polisi. “Tidak ada diamankan,” ujarnya di Mapolresta Barelang beberapa hari lalu.

Istri Gigih yang dikabarkan tengah hamil itu kini memilih istirahat menenangkan diri. Namun ia berharap tetap bisa berkomunikasi dengan suaminya itu.

Gigih sendiri di kalangan Politeknik Negeri Batam, tempat ia pernah kuliah dikenal anak yang baik, rajin, dan pintar, serta ramah.

Begitupun di lingkungan tempat ia bekerja di salah satu perusahaan di Batam. Semua yang mengenal Gigih menilai Gigih sosok yang baik, ramah, dan taat beribadah.

Gigih sendiri dan empat orang lainnya yang diamankan belum pernah sekalipun diberi kesempatan berbicara ke media, apakah ia benar bagian dari jaringan terorisme atau bukan. Informasi apapun selama ini masih berasal dari satu pihak, yakni kepolisian.

Gigih dan empat warga Batam lainnya yang disebut-sebut Densus bagian dari jaringan terorisme dikabarkan kini sudah diberada di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. (nur/eggi)

Respon Anda?

komentar