Naharudin dan Edy Sofyan Berpeluang Jadi Sekda Kepri

1166
Pesona Indonesia
Kepala Bappeda Kepri, Naharuddin. foto:dok
Kepala Bappeda Kepri, Naharuddin. foto:dok

batampos.co.id – Nama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri, Naharudin dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (PPBD) Kepri Edy Sofyan berpotensi jadi “kuda hitam” pada pemilihan Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri. Sementara itu, Plt Sekda Kepri, Reni Yusneli dipredeksikan tereliminasi karena syarat Panitia Seleksi (Pansel).

Jika mengacu pada syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Provinsi Kepri, ada poin penting yang ditekankan. Yakni diutamakan pejabat yang sudah mengikuti Diklat Kepemimpinan I. Sejauh ini di lingkungan Pemprov Kepri pejabat yang sudah menyelesaikan tahapan tersebut adalah, Kepala Bappeda Kepri, Naharudin, dan Kepala BPPD, Edy Sofyan.

Terkait hal ini, Kepala Bappeda Kepri, Naharudin menyatakan kesiapannya untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu kandidat Sekda Kepri. Menurut Nahar, keputusan tersebut bukan merupakan ambisi bagi dirinya, melainkan panggilan tugas. Pasalnya, jabatan Sekda adalah jabatan karir dan tertinggi di Provinsi Kepri.

“Panitia sudah membuat syarat umum dan khusus. Alhamdulillah saya sudah memenuhi syarat-syarat tersebut,” ujar Nahar menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (10/8).

Pria yang pernah menjabat sebagai Kadispenda Kepri itu juga mengatakan, dirinya adalah pejabata karir dan sudah mengabdi selama 31 tahun diberbagai posisi strategis. Sehingga sudah menjadi panggilan tugas dan pengabdidan. Masih kata Nahar, melalui jalan tersebut dirinya bisa lebih mengabdikan diri untuk pembangunan di Provinsi Kepri.

“Sudah saya tanamkan didalam hati saya. Ini panggilan tugas dan pengabdidan, apa yang saya miliki tentunya akan saya berikan yang terbaik untuk pembangunan Kepri,” papar Nahar yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri tersebut.

Disinggung apakah dirinya siap untuk bertarung dengan kandidat-kandidat yang lain seperti Edy Sofyan, Tengku Arif Fadillah maupun istrinya, Reni Yusneli yang juga berhasrat untuk ikut meskipun belum menjalani Diklatpim I. Terkait hal itu, Nahar menegaskan ikut seleksi Sekda bukan merupakan sebuah pertandingan olahraga.

“Ini bukan pertandingan olahraga, tetapi ini adalah jabatan karir bagi seorang Aparatur Sipil Negara. Tentu merupakan panggilan jiwa bagi saya,” tutup Nahar.(jpg)

Sampai saat ini, belum ada kabar terkait siapa saja yang sudah mendaftarkan diri ke Panitia Seleksi. Nama-nama yang digadangkan ikut, seperti Asisten II Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum juga belum kunjung menyelesaikan Diklat di Lemhanas. Sementara pendaftaran akan ditutup pada 22 Agustus mendatang.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar