Pemkab Anambas akan Bangun Pelabuhan Bongkar Muat

844
Pesona Indonesia
Pelabuhan di Anambas. foto:syahid/batampos
Pelabuhan di Anambas. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Anambas baru akan memikirkan pembangunan pelabuhan bongkar muat meski sudah delapan tahun berdiri. Saat ini yang dilakukan oleh pemerintah daerah baru melakukan kajian teknis. Itupun belum selesai dilakukan.

Karena pendirian pelabuhan bongkar muat itu memerlukan beberapa instansi, maka Pemkab Anamabs perlu membicarakan ini dengan lintas SKPD. Mulai dari Dinas Perindustrian dan perdagangan, PU hingga Dinas Perhubungan.

“Kita sadari itu tentunya kedepan kita sudah pikirkan akan membangun pelabuhan bongkar muat, tapi sekarang ini kita baru melakukan kajian teknis, dimana titik-titik yang paling strategis untuk didirikan pelabuhan,” ungkap Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, kepada wartawan.

Setelah itu, kata Haris, paling tidak pihaknya akan menentukan tiga usulan tempat didirikannya pelabuhan baru akan diambil tempat yang paling strategis. Tempat strategis yang dimaksud yakni titik yang dinilai memiliki mobilitas yang tinggi dan mudah dijangkau.

“Tidak mungkin pelabuhan itu didirikan ditempat yang sulit dijangkau transportasi,” ungkapnya lagi.

Kabupaten Kepulauan Anambas hampir 8 tahun dibentuk namun hingga kini belum memiliki pelabuhan bongkar muat barang. Aktifitas bongkar muat barang dilakukan dengan menumpang pelabuhan milik Pelayaran Nasional (Pelni).

Kepala Bidang Perdagangan Dinas perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas, Suheimi, mengatakan karena tidak memiliki pelabuhan bongkar muat sendiri, maka hal ini memiliki dampak yang nyata bidang perdagangan di Anambas. Pasalnya sering terjadi keterlambatan proses bongkar muat barang.

Keterlambatan bongkar muat itu terjadi ketika ada kapal Pelni sandar di pelabuhan, belum lagi ferry, kapal perintis dan kapal kayu antar pulau. Kalau ada kapal-kapal itu maka kapal barang harus minggir dulu. “Kalau proses bongkar muatnya paling lama dua hari tapi nunggunya bisa sampai dua minggu,” ungkapnya.

Karena ada keterlambatan bongkar muat, maka bisa berdampak pada harga barang dipasaran. Terutama jika ada barang dagangan yang rusak karena terlalu lama didalam kapal. Tentunya pedang juga akan menaikkan harga barang yang masih bagus untuk menutupi barang yang rusak. “Proses bongkar muat yang lama juga bisa menyebabkan harga barang naik,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar