Polisi Dirampok, Pistol Ikut Diembat Pelaku

1215
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Aksi tindak kriminalitas bisa menimpa siapa saja tanpa memandang status maupun golongan. Kemarin (9/8) sekitar pukul 05.00 WIB, diduga seorang anggota Sat Narkoba Polres Lubuklinggau berpangkat bripka, menjadi korban perampokan di Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian senilai Rp70 juta beserta senjata api organik jenis revolper setelah dirampok oleh lima orang pelaku. Informasi dihimpun, awalnya korban dihubungi oleh seorang warga asal Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara yang hendak menjual kendaraan roda empat.

Mereka berjanji akan melakukan transaksi di Rumah Makan Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Setelah korban mendatangi lokasi dengan membawa uang tunai Rp70 juta dan mengontak kembali si penjual, transaksi batal dilakukan lantaran si penjual meminta korban untuk menemuinya di rumah makan Desa Karang Anyar dengan alasan agar dapat melihat langsung mobil tersebut.

Sesampainya di lokasi, sudah ada lima orang beserta mobil yang hendak dibeli korban namun tidak lengkap surat-surat. Korban dan sejumlah pelaku sempat terlibat cekcok, akhirnya terjadi perampasan terhadap tas milik korban yang di dalamnya terdapat senpi organik.

Sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah personel dari Polres Mura yang dipimpin oleh Kasat Intel AKP Edi dan Kapolsek Rupit Iptu Ujang AR melakukan pengecekan di sekitar lokasi kejadian. Bahkan informasi yang beredar, saat ini pihak kepolisian tengah mencari keberadaan pelaku yang diketahui berdomisili di Desa Karang Anyar.

Kapolres Mura, AKBP Herwansyah Saidi saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut, namun pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap kejadian ini. “Kita tidak tahu motif perampasan tersebut. Informasinya dia (red, korban) melakukan transaksi jual beli. Dia tidak pakai seragam dinas, tapi kita akan selidiki dulu,” ungkapnya seperti dikutip dari Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group).

Pihaknya menegaskan, akan secepatnya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku. “Kita sudah olah TKP dan kasus ini masih kami selidiki. Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” tegasnya.

Terpisah, Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Ari Wahyu, membenarkan pihaknya mendapat informasi adanya kejadian perampokan terhadap anggota mereka.

Namun pihaknya hingga saat ini masih melakukan pengecekan secara langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan itu anggota mereka atau bukan. Pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dengan Polres Mura untuk informasi lanjutan.

“Kita masih menunggu informasi. Sebaiknya langsung saja konfirmasi ke Polres Mura karena wilayahnya di Polres Mura. Kami juga sudah kirimkan anggota untuk memastikan kejadian itu,” tandasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar