Presiden Terima Piagam Bapak Kebangkitan Desa di Lampung

944
Pesona Indonesia
Jokowi. Foto: Indopos
Joko Widodo. Foto: Indopos

batampos.co.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kamis (11/8) tadi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III di Balai Keratun, kompleks kantor gubernur Lampung.

Ketua Panitia Munas III Apdesi Warson mengatakan, munas yang akan dihadiri sedikitnya 2.000 kepala desa (Kades) dari seluruh Indonesia ini juga akan dihadiri Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, serta Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

Mantan Kuwu di Kabupaten Sumedang Jawa Barat ini berharap semua pihak dapat mendukung dan mensupport acara tersebut agar bisa berjalan lancar, sehingga Munas III ini bisa menghasilkan output yang baik

Ketua umum DPP Apdesi, Hi. Buyung Suhardi MY,S.Sos., M.M., menambahkan, Munas itu akan memilih pengurus DPP Apdesi yang baru serta merumuskan kebijakan Apdesi lima tahun kedepan.

Dalam acara itu, jelas Suhardi, juga akan dilakukan penyerahan Piagam Bapak Kebangkitan Desa kepada Presiden Indonesia yang akan diterima oleh Mendagri.

’’Pak Presiden sudah menunjukan dan membuktikan bagaimana upayanya dalam mendorong pembangunan dari desa. Beliau secara konsisten terus mendorong kebangkitan desa, sehingga kita perlu mengapresiasi komitmenya itu,’’ ujarnya seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group), hari ini (11/8).

Sementara, Pengamat Kebijakan Desa, Muhammad Kholid menilai memang sudah sepantasnya Presiden Jokowi mendapat anugrah tersebut. Sebab pada periode pemerintahan beliau keberpihakan terhadap desa mulai maksimal.

Indikatornya terlihat dari salah satu isi Nawacita yakni membangun Indonesia dari desa dan pinggiran, ditambahkan lagi dengan adanya kenaikan dana desa secara kontinyu dari waktu ke waktu.

’’Memang harus diakui baru di era Jokowi ini pemerintah secara konsisten mendorong pembangunan dari desa. Hal itu mengubah paradigma lama dimana pembangunan lebih banyak dilakukan di perkotaan, sementara di tingkat desa dan pinggiran kerap tertinggal. Jadi ya memang sudah sepantasnya Presiden diapresiasi,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar