Proses Hukum Koordinator Kontras Haris Azhar Ditunda, Ini Alasan Polri

370
Pesona Indonesia
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli. Foto: Dokumen JPNN
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id -Keberanian Koordinator Kontras Haris Azhar membuka ke publik testimoni atau “wasiat panas” Freddy Budiman yang menyebut sejumlah oknum jenderal di Polri, TNI, dan BNN, menerima uang panas dari bisnis narkoba Freddy, memang berujung pada dilaporkannya Haris Azhar ke Mabes Polri oleh Polri, TNI, dan BNN dengan tudingan pencemaran nama baik.

Haris pun sudah siap-siap terancam digarap Mabes Polri. Namun dukungan kuat datang dari berbagai kalangan, termasuk pengacara yang hingga beberapa hari lalu bergabung 200 pengacara yang siap membela Haris Azhar.

Tak hanya itu, kecaman warga terhadap sikap Polri, TNI, dan BNN terus berdatangan. Institusi itu dinilai tak fair dengan mempolisikan Haris Azhar. Seharusnya yang dilakukan menindaklanjuti apa yang diungkapkan Haris, jika memang punya komitmen membersihkan tiga institusi itu dari narkoba.

Gelombang protes juga datang dari kalangan akademisi dan pengamat. Keputusan mempolisian Haris Azhar itu dinilai keliru, sebab menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa tiga institusi itu anti kritik dan terkesan enggan bersih-bersih oknum-oknumnya yang terlibat dan menikmati uang panas narkoba.

Bisa jadi kritikan keras yang bertubi-tubi itu membuat Mabes Polri memilih menunda penyelidikan laporan TNI, BNN, dan Polri itu.

Namun, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan, penundaan penyelidikan itu dilakukan sambil menunggu tim investigasi bentukan Irwasum Polri bekerja.

“Saya katakan ditunda dulu laporan tentang pencemaran nama baik,” kata Boy saat konferensi pers dengan KontraS di Jakarta Selatan, Rabu (10/8/2016).

Boy menyatakan, penyelidikan ditunda sementara lantaran tim investigasi masih bekerja mengumpulkan kebenaran terkait testimoni tereksekusi mati Freddy Budiman.

Namun, jika di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran dalam informasi tersebut, maka tak menutup kemungkinan laporan itu akan ditindaklanjuti.

“Selain itu, kami juga investigasi ke dalam,” tegas Boy.

Sementara itu, hasil investigasi yang dipimpin Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno juga terus dilakukan. Namun, hasilnya masih akan dikoordinasikan kembali oleh Bareskrim Polri.

“Fakta-fakta itu bisa digunakan untuk proses projustisia (proses hukum). Tim investigasi masih berupaya menemukan ada atau tidaknya pelanggaran hukum,” tandas Boy.

Selain Mabes Polri, TNI juga telah membentuk tim investigasi yang dipimpin jenderal bintang tiga.

Begitupun BNN. BNN sudah memanggil beberapa nama yang disebut Haris Azhar mengetahui pertemuannya itu dengan Freddy Budiman 2014 lalu. (Mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar