Satpol PP Razia Pejabat dan Pegawai yang Nongkrong di Warung Kopi Saat Jam Kerja

516
Pesona Indonesia
Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Anambas merazia pegawai yang nongkrong di warung kopi saat jam kerja, Rabu (10/8). foto:syahid/batampos
Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Anambas merazia pegawai yang nongkrong di warung kopi saat jam kerja, Rabu (10/8). foto:syahid/batampos

batampos.oc.id – Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan razia kepada pegawai yang nongkrong di warung kopi pada saat jam kerja. Dari razia itu setidaknya Satpol PP berhasil menjaring 19 pegawai nakal yang saat itu kedapatan ngopi di sejumlah warung kopi tidak jauh dari kantor pemerintahan.

Dari 19 pegawai itu 8 diantaranya merupakan Pegawai Tidak Tetap (PTT), 11 diantaranya merupakan Pegwai negeri Sipil (PNS) bahkan satu diantara PNS itu merupakan mantan Pejabat Struktural Esselon II di Kabupaten kepulauan Anambas.

Pantauan dilapangan, dari hasil tangkapan itu, salah satu pegawai diantara mereka ada yang tidak terima ketika terjaring razia. Pegawai itu menolak ketika diminta menyebutkan identitasnya. Bahkan sempat saling dorong antara pegawai itu dengan petugas Satpol PP.

“Sebenarnya kalau dibilang melawan itu tidak, mungkin dia malu karena ketangkap basah sedang ngopi, tapi akhirnya dia juga mau menyebutkan identitasnya,” ungkap Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kepulauan Anambas Hamka Lubis kepada wartawan.

Kata Hamka, dari belasan pegawai yang terjaring razia itu alasannya rata-rata sama yakni mereka sedang sarapan. Jika alasannya tidak ada kerjaan itu menurutnya sangat tidak mungkin. “Kalau mau kreatif, tidak akan selesai pekerjaan itu dilakukan meski sampai malam,” ungkap Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kepulauan Anambas Hamka Lubis kepada wartawan.

Diakuinya mental pegawai saat ini sudah jauh menurun. Bagaimana tidak, mereka sudah berani secara terang-terangan ngopi didekat dengan kator pemerintahan pada jam kerja. “Ini sudah tidak etis lagi,” ungkapnya.

Lanjutnya, kedepan, meski dengan personil yang terbatas, pihaknya akan tetap melakukan razia ini untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai. “Kedepan kita akan lakukan razia rutin. Kalau sekarang ini kita hanya memberikan shock terapy dulu. Tapi kalau nanti kedapatan lagi, kita akan proses lebih lanjut dengan menyerahkan mereka kepada Badan kepegawaian Daerah (BKD),” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, banyaknya pegawai yang ngopi pada jam kerja itu sudah pernah menjadi sorotan. Bahkan sempat diposting di Whatsapp oleh salah satu warga Tarempa. Saat foto pegawai ramai-ramai ngopi di warung kopi, itu diposting di WA, banyak sekali komentar tokoh masyarakat yang menghujat kebiasaan buruk itu. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar