Sejak Usia Dini Wajib Tahu Rambu-Rambu Lalulintas

582
Pesona Indonesia
Kabid Angkutan Darat Dishub Bintan, Aris Sulistio menyerahkan seragam PKS kepada guru SDN 003, Kecamatan SKL, Rabu (10/8). Foto:Harry/Batampos
Kabid Angkutan Darat Dishub Bintan, Aris Sulistio menyerahkan seragam PKS kepada guru SDN 003, Kecamatan SKL, Rabu (10/8). Foto:Harry/Batampos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan mengajak seluruh pelajar dari jenjang pendidikan SD-SMA di Kabupaten Bintan berperan aktif sebagai pelopor keselamatan berlalulintas. Karena dengan cara itu, pelajar memahami dan mengetahui pentingnya menjaga keselamatan diri sekaligus ikut serta mensukseskan program aksi keselamatan jalan Indonesia yang digesa Pemerintahan Pusat dari 2011-2020.

Kabid Angkutan Darat Dishub Bintan, Aris Sulistio, mengatakan ada dua program yang dicanangkan Pemerintah Pusat dalam menekan pelanggaran lalulintas di Indonesia. Diantaranya melalui peluncuran Zeta (Zebra Sahabat Kita) dan Aksi Keselamatan Jalan Indonesia “Saatnya Bertindak”. Program khusus keselamatan berlalulintas secara nasional itu harus diedukasikan kepada anak-anak sekolah atau sejak usia dini.

“Tahun ini kita memberikan penyuluhan kepada seluruh pelajar. Kita lakukan ini agar mereka memahami dan mengerti pentingnya menjaga keselamatan diri dalam berlalulintas,” ujar Aris usai memberikan penyuluhan di SDN 003 Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL), Rabu (10/8).

Edukasi keselamatan berlalulintas itu dilaksanakan Dishub selama tiga hari dari 9-11 Juli. Diantaranya, Selasa (9/8) di SMAN 2, Batu 24, Kecamatan Toapaya dan SDN 001 Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang. Berikutnya, Rabu (10/8) di SDN 003, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL) dan SMPN 13, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara. Terakhir, Kamis (11/8) di SDN 004, Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur (Bintim).

“Setiap sekolah kita libatkan 100 pelajar. Sehingga total keseluruhan yang ikut di tahun ini berjumlah 500 pelajar,” katanya.

Kegiatan ini tidak hanya sekedar menjabarkan teori tata cara berkendara maupun menjelaskan makna dari tanda-tanda rambu lalulintas saja. Tetapi juga membekali mereka dengan memberikan buku pedoman keselamatan berlalulintas (booklet), CD berisikan materi tata cara berkendara dengan menaati rambu-rambu lalulintas, buku catatan khusus, pena, gantungan kunci serta dua pin pelopor keselamatan berlalulintas.

Selain itu, Kata Aris, pelajar akan dilibatkan langsung di lapangan untuk memperaktekkan ilmu yang didapat. Dalam praktek itu, setiap sekolah mengirimkan lima pelajarnya. Mereka akan menampilkan tata cara baris-berbaris dengan baik dan benar serta melaksanakan pengamanan lalulintas dengan seragam lengkap PKS.

“50 pelajar dari SD-SMA akan ikuti simulasi keselamatan berlalulintas di Lapangan Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintim,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar