Disdik: Pemprov Putus Bantuan Beasiswa Miskin

775
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Yatim Mustafa. foto:rpg
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Yatim Mustafa. foto:rpg

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Yatim Mustafa akhirnya buka suara terkait kicauan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bintan, Makhfur Zurahman, mengenai beasiswa pendidikan untuk Kabupaten Bintan. Menurut Yatim beasiswa tersebut sifatnya bantuan pendidikan dari Provinsi untuk Kabupaten/Kota.

“Jangan samakan dana tunda salur dengan bantuan pendidikan. Karena bantuan beasiswa diberikan menyangkut dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Yatim Mustafa, Kamis (11/8) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, pada tahun dari 2011 sampai 2014 program bantuan pendidikan tersebut sudah berjalan dengan baik. Sehingga Tahun Anggaran (TA) 2015 Kabupaten/Kota mengajukan kembali bantuan untuk beasiswa miskin. Dipaparnya, Gubernur Kepri saat itu, (Alm) Muhammad Sani sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk bantuan pendidikan ke masing-masing Kabupaten/Kota di Kepri.

“Pada perjalannya, keuangan Pemprov mengalami gangguan. Karena didera oleh defisit anggaran. Konsekuensinya adalah melakukan rasionalisasi,” jelas Yatim.

Menurut Yatim, rencana anggaran tahun 2015 adalah Rp 49 miliar sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh masing-masing Disdik Kabupaten/Kota. Disebutkannya untuk SMK nilainya Rp 1,6 juta. Sedangkan SMA jumlahnya Rp1 juta.

“Peruntukan tersebut memang bagi yang kurang mampu. Bahkan dalam bantuan pengentasan kemiskinan juga termasuk didalamnya bantuan pendidikan,” paparnya.

Ditambahkannya, beasiswa yang masih dipertahankan oleh Pemprov Kepri adalah beasiswa mitra dengan 11 Universitas. Diungkapkan Yatim, kondisi keuangan sekarang ini, memberikan dampak pada insentif guru. Ditegaskannya, karena sudah terkena penyesuaian tentu harus dipahami oleh Kabupaten/Kota.

“Artinya Pemprov tidak punya kewajiban atau utang kepada daerah. Semestinya sudah jelas, sifatnya bantuan seperti apa. Ada kemampuan dibantu, kalau tidak ada yang tidak memberikan bantuan lagi,” tutup Yatim.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar