Diterjang Angin Ribut, 15 Ruko Rusak di Bintan

373
Pesona Indonesia
Warga sedang menyaksikan belasan ruko yang rusak akibat dihantam angin kencang di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tanjunguban Kota, Kecamatan Binut, Kamis (11/8). foto:harry/batampos
Warga sedang menyaksikan belasan ruko yang rusak akibat dihantam angin kencang di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tanjunguban Kota, Kecamatan Binut, Kamis (11/8). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Sebanyak 15 unit rumah toko (ruko) yang berada di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tanjunguban Kota, Kecamatan Bintan Utara (Binut), rusak parah akibat dihantam hujan disertai angin kuat atau kencang, Kamis (11/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Beruntung dalam musibah ini tidak menelan korban nyawa, namun kerugian yang dialami pemilik ruko diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami mendengar suara dentuman dari gemuruh angin yang hantam bagian belakang ruko. Kami pun langsung tiarap karena ruko terasa bergoyang-goyang. Ketika menoleh kebelakang dilihat barang-barang berserakan dan atap udah hilang,” ujar salah satu pemilik ruko, Siunan ketika ditemui di depan rukonya yang rusak.

Diceritakannya, memang sekitar pukul 10.30 WIB kondisi cuaca mendung lalu disusul hujan gerimis. Saat itu ia dan suaminya, A Coy sedang bersemangat melayani pembeli sembako di lantai dasar. Sedangkan ketiga anaknya, Jetklyn, Kelvin dan Tri Septy sedang beraktivitas di lantai dua.

Usai melayani pembeli, lanjutnya, mendadak curah hujan semakin lebat disertai derusan angin yang sangat kuat. Bahkan ia sempat mendengar gemuruh dari suara angin. Dikarenakan suara gemuruh itu terasa semakin dekat, ia dan suaminya bergegas ke lantai atas untuk memastikan kondisi ketiga anaknya. Seketika itu juga angin menghantam dan mengguncang rukonya hingga membuat barang-barang dan atap rukonya berterbangan serta berhamburan ke luar.

“Untunglah kami bisa selamat. Kalaulah sampai ruko ini roboh akibat diterjang angin, kami udah tak tau lagi. Mungkin antara hidup dan mati,” katanya.

Hal yang sama diakui Eci. Ia tak menyangka angin yang begitu kuat datang untuk mengobrak-abrik seisi rukonya dengan waktu yang singkat. Bahkan ia sedikit trauma karena telah menyaksikan langsung kejadian itu sendiri.

“Memang banyak barang yang rusak, namun saya sangat bersyukur bisa selamat dari musibah ini,” akunya.

Lurah Tanjunguban Kota, Suharti mengakui wilayah yang dipimpinnya sedang dilanda musibah akibat hujan lebat disertai angin kencang. Akibatnya, seluruh Kawasan Pasar Lama Tanjunguban mengalami rusak parah. Namun dapat dipastikannya dalam musibah ini tidak menelan korban nyawa.

“Sekitar 15 ruko mengalami kerusakan akibat diterpa angin kencang. Namun hanya dua yang rusak parahnya mencapai 85 persen,” katanya.

Saat ini ia sedang melakukan kroscek ke lokasi kejadian. Ini dilakukannya untuk mendata korban dan kerusakan yang dialami pemilik ruko. Selain itu, ia juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh bantuan diantaranya pihak kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos).

“Kami sudah koordinasikan masalah ini dengan instansi terkait untuk dapatkan penanganan selanjutnya,” ungkapnya.

Sementara Kepala BPBD Bintan, Patimura mengatakan sudah menerjunkan beberapa personilnya ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi terhadap korban dan puing-puing barang ruko yang berserakan.”Kami sedang tangani masalah ini,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinsos Bintan, Ismail mengatakan sedang melakukan pendataan terhadap korban yang tertimpa musibah. Kemudian ia akan segera menyediakan berbagai barang untuk memenuhi kebutuhan korban.

“Kita pasti berikan bantuan kepada korban. Tapi kita data dulu korban dan jumlah kerusakannya. Karena dana juga terbatas akibat defisit anggaran,” ucapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar