Orangtua Siswa yang Pukul Guru hingga Berdarah Akhirnya Dikerangkeng

722
Pesona Indonesia
Dasru, guru SMKN 2 Makassar yang dipukul orangtua murid hingga hidungnya berdarah melapor ke Polsek Temalate, Rabu, 10 Agustus. Darul mengalami luka di bagian hidung dan pelipis mata. FOTO: YUSRAN/FAJAR/JPNN.com.
Dasru, guru SMKN 2 Makassar yang dipukul orangtua murid hingga hidungnya berdarah melapor ke Polsek Temalate, Rabu, 10 Agustus. Darul mengalami luka di bagian hidung dan pelipis mata. FOTO: YUSRAN/FAJAR/JPNN.com.

batampos.co.id – Adnan Ahmad, pelaku penganiaya Dasrul, guru SMK Negeri 2 Makassar, akhirnya dibekukan dan dikerangkeng di Polsek Temalate, Makassar, Sulsel.

Bukan hanya Adnan, anaknya juga ikut dikerangkeng di Polsek yang sama.

Adnan pun mengaku menyesal, namun ia meminta pula keadilan terkait penganiayaan yang dilakukan guru tersebut terhadap anaknya.

“Jujur kalau berbicara penyesalan, tentu saya menyesal. Namun, saya ingin keadilan pula. Apalagi anak saya juga jadi korban. Saya jujur butuh keadilan,” ujar dia yang mengenakan celana pendek ditemui di balik jeruji Polsek Tamalate.

Dia menceritakan, penganiayaan yang dilakukannya terhadap guru tersebut terjadi secara spontan.

Saat itu, ia berada di sekolah anaknya itu bermaksud menemui wakil kepala sekolah di ruangannya, guna mempertanyakan penganiayaan yang dilakukan guru tersebut.

Namun, wakil kepala sekolah tidak berada di ruangannya. Kebetulan, kata dia, saat bermaksud  menuju ke ruangan kepala sekolah, ia berpapasan dengan Dasrul di koridor sekolah.

“Saat ketemu itulah, saya tanyakan, mengapa memukul anak saya, namun guru itu hanya menjawab dengan kata kenapa,” jelasnya.

Tangan Adnan pun spontan melayang ke wajah sang guru. Namun naas, batu akik di cincin yang melingkar di jari Adnan mendarat di hidung Dasrul hingga mengalami pendarahan.

Tersangka penganiayaan guru ini pun mengaku heran, karena anaknya juga ikut ditahan. Padahal, ia juga melaporkan kasus penganiayaan terhadap anaknya yang dilakukan gurunya tersebut.

“Kenapa hanya saya saja dan anak saya ditahan, sedangkan anak saya juga adalah korban. Anak saya mengalami luka di hidung akibat dipukul beberapa kali dan sempat dua kali terjatuh,” dalihnya. (eds/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar