Pistol Polisi yang Dirampok 5 Pelaku Itu sudah Dikembalikan

1231
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah personel kepolisian dikerahkan untuk menangkap para pelaku perampokan terhadap personel Polres Lubuklinggau, Brigadir Renaldi. Ada yang dari Polsek Rupit dan sebagian dari Polres Mura.

Identitas mereka sudah diketahui yakni UM, HD, WD, EM dan RD. “Saat ini, mereka dalam pengejaran,” Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi melalui Kapolsek Rupit Iptu Ujang AR, kemarin (10/8).

Pada Selasa (9/8) malam, pukul 22.30 WIB, senpi organik milik Brigadir Renaldi sudah diserahkan keluarga pelaku ke Polsek Rupit. Mobil Pajero hitam yang hendak dibeli korban juga sudah diamankan di kantor polisi dalam kondisi ringsek.

“Kasus ini murni perampokan karena ada pengancaman terhadap korban oleh para pelaku menggunakan senjata tajam dan senpi rakitan laras pendek,” jelas Iptu Ujang mengungkap kronologis perampokan itu.

Mulanya, Brigadir Renaldi dihubungi oleh rekannya (warga sipil) yang kebetulan merupakan tetangga satu kampung korban di Desa Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara. Sang teman mengatakan, ada orang yang mau jual mobil Pajero hitam seharga Rp 100 juta di Desa Karang Anyar, Muratara.

Korban yang memang mencari mobil lalu berangkat dari Lubuklinggau. Korban bersama sang teman dan seorang rekan lainnya, Mereka tiba di rumah makan Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit sekitar pukul 04. 00 WIB. Disana, korban bertemu dengan penjual mobil. Terjadilah pembicaraan.

Dari pengakuan korban kepada petugas, Brigadir Renaldi sempat menanyakan kelengkapan surat kepemilikan mobil itu. Menurut penjual, surat-surat mobil masih ia gadaikan kepada tetangganya di Desa Karang Anyar seharga Rp1,2 juta. “Lalu korban memberikan uang Rp1,2 untuk menebus surat menyurat kendaraan,” beber Iptu Ujang.

Setelah menebus surat itu, penjual mobil kembali menemui Bripka Renaldi dan menyerahkan surat-surat kendaraan. Namun yang diberikannya surat kendaraan roda dua, bukan roda empat. Akhirnya, transaksi itu dibatalkan secara sepihak oleh korban.

Penjual berusaha kembali menghubungi Bripka Renaldi yang masih berada di sekitar lokasi. Dia mengatakan siap menyerahkan langsung mobil beserta kelengkapan surat menyuratnya. Bripa Renaldi diajak kembali bertemu di rumah makan Desa Karang Anyar.

Tanpa curiga, sekitar pukul 05.00 WIB, korban berangkat sendiri menuju rumah makan tersebut. Dia tak mengajak dua rekannya. Begitu tiba di lokasi, ada lima orang sudah menunggu korban dan mobil yang hendak dibeli.

Saat korban turun dari kendaraan, para pelaku langsung menodongkan senpi rakitan laras pendek dan memutuskan tali tas korban dengan senjata tajam. Mereka membawa kabur tas berisi uang Rp 70 juta dan pistol organik milik korban.

Mereka kabur menaiki Pajero hitam yang hendak dijual itu ke arah Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit. Namun, mobil terdeteksi keberadaannya di depan Desa Karang Anyar dengan posisi tercebur di dalam siring dan ditinggalkan para pelaku. Informasinya, sebelum itu, mobil menyerempet seorang pengendara motor di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Muratara.

Disinggung mengenai kejanggalan, seperti transaksi yang dilakukan pada dini hari, Iptu Ujang mengaku masih mendalami kasus ini. “Kami baru dapatkan keterangan korban saja, belum pengakuan dari para pelaku,” tandasnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar