Warga Desa Desak Pemekaran Kecamatan Palmatak

753
Pesona Indonesia
Palmatak, Anambas.
Palmatak, Anambas.

batampos.co.id – Desakan Masyarakat agar Kecamatan Palmatak dimekarkan menjadi dua kecamatan terus mengalir. Lima Desa di Kecamatan Palmatak, telah membentuk panitia untuk pemekaran Kecamatan Kute Siantan dapat segera terealisasi.

Lima desa tersebutyakni Desa Paya Laman, Desa Paya Maram, Desa Palmatak, Desa Batu Ampar, dan Desa Telu Bayur.

Sejumlah masyarakat perwakilan lima desa di Kecamatan Palmatak mendatangi Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Kamis (11/8). Kedatangan mereka yakni menanyakan kepastian tindak lanjut proposal pemekaran kecamatan yang ada di kecamatan itu.

“Sebenarnya sebelum pemekaran desa-desa yang ada ini tergabung dalam Desa Paya Laman,” jelasnya Sahir salah seorang panitia pemekaran kepada wartawan didampingi belasan warga Matak lainnya sebelum bertemu dengan Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, Kamis (11/8).

Sahir, mengatakan kedatangan pihaknya untuk menghadap Bupati KKA untuk mempertanyakan tindak lanjut proposal pemekaran yang sudah sejak tahun 2012 dilayangkan ke pemerintah daerah. “Kita ingin tahu bagaimana perkembanganya karena proposal ini telah lama sekali telah dilayangkan sejak bupati definitif perdana,” katanya.

Bahkan Panitia Pemekaran Kecamatan Kute Siantan telah menyiapkan lahan seluar lima hektare untuk membangun kantor camatnya nanti. “Semua sudah disiapkan jadi tidak ada alasan untuk Kecamatan Kute Siantan tidak jadi,” terangnya.

Lanjut Sahir, Desa Palmatak memang sudah layak dimekarkan, selain jumlah desa yang sudah mencapai 15 desa, belum lagi daerah lokasi Basecamp Conoco Philips tersebut memang sudah jauh berkembang serta pertumbuhan penduduk di daerah itu yang semakin tinggi. “Pemekaran dilakukan itu untuk mempermudah dalam pelayanan kepada masyarakat, administrasi,” paparnya.

Belum bisa mekarnya kecamatan Kute Siantan dan berlarut-larut sebanarnya, tambah Sahir, diakibatkan pemekaran tersebut terbentur undang-undang. Pada saat itu sejumlah desa yang masuk dalam pemekaran itu juga baru dimekarkan dan umurnya masih belum lima tahun.”sedangkan di undang-undang itu desa harus sudah berumur lima tahun,” tukasnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar