Antisipasi TKA Ilegal, Disnaker Diminta Perketat Pengawasan TKA

575
Pesona Indonesia
Salah satu perusahaan galangan kapal yang sedang menyelesaikan pekerjaan kapal.foto:tri haryono/batampos
Salah satu perusahaan galangan kapal yang sedang menyelesaikan pekerjaan kapal.foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Bupati Aunur Rafiq secara tegas, telah menginstruksikan kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) agar memperketat pengawasan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di wilayah Kabupaten Karimun. Jumlah TKA yang bekerja di Bumi Berazam mencapai 600 orang dengan dominan di sektor industri manufaktur galangan kapal. Mereka, rata-rata masuk melalui jalur resmi, baik dari Jakarta maupun di Batam dan Karimun.

”Tentu kita harus waspada terhadap TKA. Maklum, pemberlakukan MEA sudah berjalan. Sehingga, TKA melalui jalur tidak resmi kemungkinan besar bisa terjadi di Karimun,” kata Aunur Rafiq, Jumat (12/8) kemarin.

Peranan Disnaker dalam pengawasan TKA harus benar-benar jeli dan ditingkatkan. Sebab, kebanyakan perusahaan mengejar target proyek yang harus tepat waktu penyelesaiannya. Bahkan, lebih menguntungkan apabila proyek tersebut sebelum jatuh tempo sudah selesai pengerjaannya.

Imbasnya, TKA yang mempunyai tenaga skill sangat dibutuhkan bagi perusahaan. Sebaliknya keberadaan tenaga kerja lokal kurang diperhatikan. Mengingat, skill yang dipunyai belum memenuhi standar pekerjaan tersebut. Itupun, hanya ada beberapa orang saja tenaga ahli bagi tenaga kerja lokal.

”Nah, di sini dampaknya terjadi mobilisasi orang yang datang ke Karimun. Cuma mereka, hanya beberapa bulan untuk menyelesaikan pekerjaan di perusahaan. Artinya, tenaga dari luar rata-rata bekerja dengan sistem kontrak,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, rata-rata para pekerja TKA bekerja sesuai pekerjaan. Rata-rata mereka menyelesaikan pekerjaan paling lama dua tahun, kemudian berganti lagi dengan TKA lain untuk melanjutkan pekerjaan lainnya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar