Dirjenhubla Setuju Relokasi Pelabuhan Bongkar Muat ke Parit Rampak

2229
Pesona Indonesia
Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat bertemu dengan  Dirjenhubla. foto:humas pemkab
Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat bertemu dengan Dirjenhubla. foto:humas pemkab

batampos.co.id – Relokasi pelabuhan bongkar muat Taman Bunga, ke Parit Rempak, mendapat respon positif dari Direktorat Djendral Perhubungan Laut (Ditjenhubla). Selain merestui relokasi, Ditjenhubla pun meminta Pemkab Karimun melalui Badan Urusan Kepelabuhanan (BUP), mempersiapkan administrasi ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Perhubungan.

”Alhamdulillah, dari pertemuan kita dengan Dirjenhubla sangat disetujui untuk merelokasi pelabuhan Taman Bunga ke pelabuhan Parit Rempak. Tegasnya, Ditjenhubla telah memberikan izin,” ucap Bupati Aunur Rafiq seusai pemaparan terhadap optimalisasi operasional pelabuhan Tanjungbalai Karimun di Ditjenhubla Jakarta, Jumat (12/8) kemarin.

Dalam pemaparannya, Bupati mengatakan, relokasi pelabuhan bongkar muat ke Pelabuhan Parit Rampak sudah sangat mendesak untuk dilakukan. Mengingat, kondisi dan wilayah yang sudah tidak memungkinkan lagi aktivitas bongkar muat di pelabuhan Taman Bunga. Sebab, pelabuhan Taman Bunga berdekatan dengan pelabuhan penumpang yang secara otomatis terjadi penumpukan orang maupun kendaraan menjadi macet.

Untuk proses relokasi, pihak Ditjenhubla memberikan arahan agar dari Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun melalui BUP Karimun maupun pihak PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun supaya mempersiapkan administrasi ke pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Perhubungan.

”Tinggal kita mempersiapkan administrasinya. Artinya, pelabuhan Taman Bunga akan segera di pindahkan ke pelabuhan Parit Rampak,” jelasnya.

Selain melengkapi administrasi, pihak BUP Karimun juga harus memperbaiki infrastruktur yang ada di pelabuhan Parit Rampak. Seperti pembuatan breasting dolphin yaitu konstruksi yang digunakan untuk menambat kapal-kapal. Sesuai dengan standar yang ada di Indonesia.

”Sejalan dengan relokasi. Kita akan melakukan sosialisasi kepada stakeholder pengguna jasa yang ada di pelabuhan tersebut,” ungkapnya.

Sementara Dirut BUP Karimun, Indrawan Susanto, ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, pihaknya siap melaksanakan relokasi pelabuhan. Yang bekerjasama dengan semua pihak, sehingga dalam proses relokasi nantinya berjalan dengan lancar.

”Kita siap, ini demi kepentingan umum. Dan bisa meningkatkan PAD Karimun, serta dapat menekan barang-barang yang masuk melalui kargo,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, dipimpin langsung oleh Direktur Kepelabuhan Dirjenhubla M Sibarani, kabag hukum dan KSLN, kabag perencanaan Dirjen Hubla. Sedangkan dari kabupaten Karimun, Wakil Ketua DPRD Karimun Bakti Lubis, Azmi, Kepala KSOP Tanjungbalai Karimun, Manager bisnis PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar