Dokter Praktek Umum Laporkan Pengusaha Bintan

992
Pesona Indonesia
Dr Dwi Hartadi usai membuat laporan ke polisi. foto:harry/batampos
Dr Dwi Hartadi usai membuat laporan ke polisi. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Dokter Praktek Umum di Klinik Tanjungpinang, dr Dwi Hartadi melaporkan salah satu pengusaha asal Bintan, atas dugaan melakukan penyerobotan dan pemalsuan surat lahan miliknya ke Mapolres Bintan, Kamis (11/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

“A punya surat di atas tanah saya. Padahal tanah itu sudah saya miliki sejak lama. Jadi bersangkutan saya laporkan ke polisi,” ujarnya, Jumat (12/8).

Dikatakannya, ia memiliki lahan seluas 13,4 ha di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang sejak 2008 lalu. Bahkan di atas lahan yang berada di Kawasan Pantai Trikora itu telah diterbitkannya sertifikat tanah yang dibagi ke dalam 3 Surat Hak Milik (SHM) dan surat Hak Guna Usaha (HGU) sebanyak 4 surat.

Namun ia mendapatkan laporan bahwa ada seseorang yang mengklaim tanah miliknya itu. Bahkan bersangkutan mengaku mengantongi surat kepemilikan tanah itu juga. Ketika dicek, surat yang diterbitkan 1989 lalu tercantum luas lahannya tidak sama, baik bentuk dan jumlahnya. Bahkan sebagian surat itu ada yang menggunakan materai dan ada yang hanya logo Provinsi Kepri.

“Surat itu jelas palsu dong. Pasalnya di Tahun 1989 belum ada namanya Provinsi Kepri dan Kecamatan Gunung Kijang. Melainkan masih Bintan dan kecamatannya Bintan Timur,” akunya.

Atas kasus tersebut iapun melaporkan A ke Mapolres Bintan. Saat itu juga langsung ditindaklanjuti oleh penyidik Polres Bintan dengan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Diantaranya Salama dan Aisah (saksi ahli) serta beberapa saksi lainnya.

“Saya sedang melengkapi seluruh berkas-berkas yang diminta polisi. Khususnya dokumen kepemilikan atas lahan tersebut,” katanya.

Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto mengakui sudah menerima laporan kasus lahan dari pelapor atas nama dr Dwi Hartadi. Namun terlapor belum bisa diamankan karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

“Saksi-saksi sudah kita periksa. Namun kita masih mendalami kasus ini,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar