Fokus Tuntaskan Utang, Beasiswa Tak Terbayarkan

2914
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Ing Iskandarsyah. foto:rpg
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Ing Iskandarsyah. foto:rpg

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sudah memastikan tidak dapat mencairkan anggaran bantuan bagi siswa berprestasi dan kurang mampu tahun ini. Hal tersebut rupanya tidak semata-mata disebabkan oleh deraan defisit anggaran. Melainkan juga untuk pembayaran utang.

“Tahun ini anggaran memang difokuskan untuk pembayaran utang Pemprov Kepri,” kata Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Iskandarsyah, Jumat (12/8).

Memang tidak ada pilihan lain. Iskandarsyah menggambarkan konsentrasi pelunasan utang memang jadi sesuatu yang wajib dan prioritas untuk diselesaikan tahun ini. Utang yang, kata dia, memang sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi pembayarannya.

“Karena sifatnya hibah dan bansos, jadi belum kami anggarakan karena memang sedang defisit. Apalagi sudah ada rekomendasi dari BPK untuk membayarkan utang kepada pemerintah kabupaten dan kota,” ungkap politisi asal Partai Keadilan Sejahtera ini.

Kendati sudah dipastikan nihil bantuan, Iskandarsyah tidak memungkiri betapa keberadaan beasiswa itu cukup membantu bagi siswa atau mahasiswa dalam menuntaskan masa pendidikannya. Menurutnya ini sekadar masalah keterbatasan anggaran.

“Karena kalau ada, saya yakin, pasti beasiswa ini dianggarkan. Pasti menjadi komitmen gubernur, juga prioritas Dinas Pendidikan dan DPRD,” tegasnya.

Kondisi keuangan di tahun 2015 diharapkan Iskandarsyah bisa menjadi pelajaran bersama bagi seluruh pihak. Termasuk Pemprov Kepri dan DPRD Kepri. Betapa ketika anggaran begitu terbatas segalanya jadi serba susah untuk ditentukan sebagai skala prioritas.

“Kami memohon maaf kepada adik-adik mahasiswa. Mudah-mudahan ke depan kami akan mengupayakan untuk beasiswa yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa menjelaskan, pada perjalanan anggaran tahun ini, keuangan Pemprov Kepri kembali mengalami gangguan.

“Karena didera oleh defisit anggaran. Konsekuensinya adalah melakukan rasionalisasi,” jelas Yatim.

Menurut Yatim, rencana anggaran tahun 2015 adalah Rp49 miliar sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh masing-masing Disdik Kabupaten/Kota. Disebutkannya untuk SMK nilainya Rp1,6 juta. Sedangkan SMA jumlahnya Rp1 juta.

“Peruntukan tersebut memang bagi yang kurang mampu. Bahkan dalam bantuan pengentasan kemiskinan juga termasuk didalamnya bantuan pendidikan,” paparnya.

Ditambahkannya, beasiswa yang masih dipertahankan oleh Pemprov Kepri adalah beasiswa mitra dengan 11 Universitas. Diungkapkan Yatim, kondisi keuangan sekarang ini, memberikan dampak pada insentif guru. Ditegaskannya, karena sudah terkena penyesuaian tentu harus dipahami oleh Kabupaten/Kota.

“Artinya Pemprov tidak punya kewajiban atau utang kepada daerah. Semestinya sudah jelas, sifatnya bantuan seperti apa. Ada kemampuan dibantu, kalau tidak ada yang tidak memberikan bantuan lagi,” tutup Yatim. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar