Jalan Batang Agam Baru Tuntas 2021

1294
Pesona Indonesia
PENATAAN SUNGAI: Sejumlah pekerja dan alat berat dikerahkan untuk pembangunan jalan di kanan-kiri aliran Batang Agam Payakumbuh, Rabu lalu (10/8). Program normalisasi, pengamanan tebing dan penataan sungai ini, diperkirakan baru tuntas secara keseluruhan pada 2021 mendatang---fajar r vesky/padang ekspres
PENATAAN SUNGAI: Sejumlah pekerja dan alat berat dikerahkan untuk pembangunan jalan di kanan-kiri aliran Batang Agam Payakumbuh, Rabu lalu (10/8). Program normalisasi, pengamanan tebing dan penataan sungai ini, diperkirakan baru tuntas secara keseluruhan pada 2021 mendatang. Foto: fajar r vesky/padang ekspres/jpg

batampos.co.id – Proyek pembangunan jalan baru di kanan-kiri aliran Batang Agam (Batang dalam bahasa Minang berarti Sungai), Payakumbuh, ternyata tidak bisa selesai tahun ini. Karena anggaran pemerintah daerah untuk pembebasan lahan yang terkena proyek tersebut, sangat terbatas sekali.

Kondisi itu diakui Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, saat berbicara di gedung DPRD, baru-baru ini. Menurut Riza,

pembangunan jalan Batang Agam yang sedang berlangsung saat ini, dilaksanakan Pemko Payakumbuh bersama Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian Peekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melaui program normalisasi, pengamanan tebing dan penataan sungai.

“Program normalisasi, pengamanan tebing, dan penataan Batang Agam tersebut, membutuhkan waktu selama lima tahun ke depan,” kata Riza Falepi seperti diberitakan Padang Ekspress (Jawa Pos Group), hari ini (13/8). Itu artinya, kegiataan pembangunan jalan di kanan-kiri aliran Batang Agam, baru tuntas pada 2021 mendatang.

Riza menyebut, pengejaraan fisik dalam program normalisasi, pengamanan tebing, dan penataan Batang Agam, dibagi dalam beberapa segmen. Pada tahap awal, pembangunan fisik sepanjang 6 kilometer dibagia dalam tiga segmen. Pendanaan berasal dari APBN 2016 dan dilaksanakan Dirjen Sumber Daya Air. Sedangkan pembebasan lahan menjadi tanggungjawab Pemko Payaumbuh.

“Pemerintah pusat melaui Dirjen Sumber Daya Air, berkomitmen tinggi untuk melakukan penataan sungai Batang Agam secara berkelanjutan, melaui pemberian dana fisik untuk kegiatan normaisasi, pengamanan tebing, dan penataan sungai, dengan syarat, lahan sebagai lokasi pembangunan dalam status bebas,” ujar Riza Falepi.

Dengan demikian, Riza meminta dukungan dari DPRD, untuk dapat menyediakan anggaran pembebasan lahan. Sehingga program ini dapat terlaksana. “Dengan tuntasnya program ini, dapat menciptakan pusat pertumbuhan bartu di Payakumbuh. Baik berupa kawasan wisata, kawasan olahraga, pusat-pusat kuliner, dan lain-lain,” ujar Riza Falepi.

Sementara itu, kalangan DPRD Payakumbuh belum memastikan, apakah menyetujui penambahan anggaran untuk pembebasan lahan dalam pembangunan jalan Batang Agam. Tapi melihat respons positif masyarakat, besar kemungkinan, anggaran untuk pembebasan lahan ini disetujui wakil rayat.

Menariknya, walau belum memastikan penambahan anggaran pembebasan jalan Batang Agam, namun kalangan DPRD, mulai menyetujui usulan lain yang diajukan pemerintah kota di bidang pembangunan fisik. Seperti, penambahan anggaran untuk pembangunan gedung Balai Kota Baru di eks lapangan Poliko.

“Kami sudah turun ke eks lapangan Poliko, melihat lanjutan pembangunan g gedung kantor yang dilaksanakan tahun 2015 lalu. Kami lihat, terlaksana dengan baik. Kami tanya kepada Kabid Cipta Karya Dinas PU pak Delni Putra, berapa lagi dana yang dibutuhkan, agar Balai Kota itu benar-benar tuntas. Kata beliau, Rp15 Miliar lagi. Kami setuju, asalkan setelah pembangunan selesai, Balai Kota itu ditempati,” kata Syafrizal, anggota DPRD Payakumbuh, Senin lalu (8/8).

Selain menyetujui penambahan anggaran Balai Kota baru, DPRD yang sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2015 juga setuju, dengan usulan pemerintah kota, terkait

penambahan anggaran untuk pembangunan SMAN 5 Payakumbuh. Sekolah yang berada di Tangahpadang, Balaipanjang, Limbukan, Payakumbuh Selatan, ini disiapkan sebagai SMA boarding school.

“Kami sudah melihat, proyek fisik yang dilaksanakan di SMAN 5 tahun 2015 lalu, dengan anggaran sebesar Rp2,6 Miliar, bersumber dari DAU dan DAK. Kami melihat, setelah proyek itu selesai, dampaknya jumlah murid SMA 5 jauh meningkat. Namun demikian, masih perlu tambahan anggaran sebesar Rp300 juta lagi, untuk pengembangan drainase, halaman, taman sekolah. Kami minta ini diajukan pemko,” kata Syafrizal.

Kecuali itu, Syafrizal yang berkunjung ke SMAN 5 bersama Basri Latief, Ahmad Ridha, Nasrul, dan Alhudrie Dt Rangkayo Mulie, meminta pemko, serius menjadikan SMAN 5 sebagai boarding school. “Karena kami melihat, ada banyak hal menarik di sekolah ini. Sekarang saja, pelajar perempuan dan laki-laki, tidak lagi dicampur dalam satu kelas. Tapi ada kelas siswa dan ada kelas siswi. Ini bagus menurut kami, untuk memacu akademik dan menjaga moral,” ujarnya.

Di luar anggaran untuk kelanjutan pembangunan fisik di SMAN 5 Payakumbuh, kalangan DPRD juga mengaku setuju dengan usulan penambahaan anggaran pembangunan gedung berlantai empat di RSUD Adnaan WD. Dimana gedung tersebut akan digunakan sebagai ruangan ICU, ICCU, NICU, VK, CSSD dan IBS, serta ruang laundry dan Ruang Gizi.

“Kami melihat, pembangunan gedung baru di RSUD Adnaan WD yang sudah menelan ana Rp12 Miliar, terlaksana dengan baik. Menurut direkturnya, masih butuh dana Rp11 Miliar lagi. Kami setuju ditambah anggarannya. Tapi, kualitas pelayanan tolong ditingkatkan. Jangan heboh kayak kemarin lagi (pasien lari malam). Sebab keramahan itu 80 persen dari obat,” ulas Syafrizal. (jpg)

Respon Anda?

komentar