Lingga Dapat Bantuan 5 Unit Minibus untuk Tunjang Konektivitas

2156
Pesona Indonesia
Minibus bantuan untuk Lingga dari Kemendagri. foto:hasbi/batampos
Minibus bantuan untuk Lingga dari Kemendagri. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kepala Bidang Perhubungan Darat, Rahadi mengatakan melalui dana alokasi khusus (DAK) Afirmasi Kemendagri, Pemerintah Kabupaten Lingga mendapat 5 unit minibus. Transportasi darat ini, kata, Rahadi guna menunjang konektiviti darat antar desa yang letaknya jauh dari pusat ibukota.

Disampaikan Rahadi lagi, melalui APBN tahun 2016, Kemendagri kucurkan Rp 2,8 miliar dalam bentuk 5 unit minibus Isuzu warna biru khusus untuk Kabupaten Lingga.

“Jumlahnya ada 5 unit minibus, baru kemarin sampai di Lingga. Sampai saat ini, kita juga belum ada serah terima dengan rekanan kerja,” ungkap Rahadi, Jumat (12/7).

Meski belum ada serah terima, kata Rahadi, ke- 5 unit minibus baru tersebut akan sangat membantu kebutuhan transportasi warga Kabupaten Lingga.

Selain merupakan wilayah kepulauan, akses darat di Lingga, kata Rahadi, masih sangat minim. Terutama di dua wilayah pulau besar seperti pulau Lingga dan pulau Singkep. Desa-desa yang letaknya jauh dengan pusat ibukota, sangat memerlukan adanya transportasi darat ini.

Untuk, pengelolaan minibus nanti, kata Rahadi, bisa saja diserahkan kepada pihak desa secara langsung yang tentunya berbadan hukum.

“Pengelolaan mobil ini bisa melalui kelompok desa yang berbadan hukum, atau boleh dikelola oleh BUMD atau juga di bawah Dishubkominfo,” katanya.

Rencananya, kata Rahadi, minibus akan ditempatkan di Pelabuhan Penarik, Sungai Tenam, dan juga wilayah Pancur, Kecamatan Lingga Utara. Sedangkan dua unit minibus lagi, untuk akses transportasi darat di Singkep Barat dan Resang, Desa Singkep Selatan yang jauh dari Kota Dabo.

“Itu rencana awal kita. Namun kata Pak Sekda kalau mobil udah sampai perlu didudukkan bersama Pak Bupati,” tutupnya.

Selain titik-titik yang menjadi wacana bidang darat dishubkominfo Lingga tersebut, masih banyak desa di Lingga yang perlu mendapat sentuhan transportasi umum. Seperti wilayah kecamatan Lingga Timur yang jaraknya 34 Kilometer dengan pusat ibukota. Minimnya transportasi masa membuat ongkos ojek cukup tinggi hingga Rp 100 ribu untuk sekali perjalanan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar