PLN Berhasil Selesaikan Interkoneksi Listrik Babin, Bintan-Tanjungpinang Bertambah Daya 150 MW

935
Pesona Indonesia
GM UIP II PT PLN Medan, Jurlian Sitanggang melaksanakan uji coba penyalaan interkoneksi listrik Babin di GI Kijang, Kamis (12/8) malam. foto:harry/batampos
GM UIP II PT PLN Medan, Jurlian Sitanggang melaksanakan uji coba penyalaan interkoneksi listrik Babin di GI Kijang, Kamis (12/8) malam. foto:harry/batampos

batampos.co.id – General Manager (GM) Unit Induk Pembangunan (UIP) II PT PLN Medan, Jurlian Sitanggang mengatakan 65 menara (tower) transmisi dari Gardu Induk (GI) Air Raja, Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang-GI Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, telah berhasil dirampungkan. Sehingga interkoneksi listrik dengan kapasitas daya suplai 30 Mega Watt (MW) itu akan segera menerangi seluruh kawasan Kecamatan Bintan Timur selama 24 jam.

“Kita sudah melaksanakan uji coba penyalaan (energize) di GI Kijang. Hasilnya sangat menajubkan dan sukses. Jadi daya listrik 30 MW siap mengaliri seluruh jawasan di Kecamatan Bintan Timur,” ujarnya usai melakukan uji coba penyalaan aliran listrik di GI Kijang, Kamis (11/8) malam.

Dengan keberhasilan menyalanya interkoneksi listrik di GI Kijang, lanjutnya, telah membuktikan bahwa interkoneksi listrik untuk Batam-Bintan (Babin) dengan daya keseluruhan 150 MW sudah selesai. Karena sebelumnya UIP II PT PLN Medan berhasil menyelesaikan GI Tanjunguban dengan daya 30 MW, GI Sri Bintan dengan daya 30 MW, dan GI Air Raja Tanjungpinang dengan daya 60 MW.

Semua itu, kata dia, tidak terlepas dari kerja kerasnya seluruh tim yang berjumlah sebanyak 1.500 orang. Karena tenaga kerja yang dikerahkan sebanyak itu berhasil mendukung percepatan pembangunan transmisi di seluruh GI. Kemudian juga tidak terlepas dari dukungan Pemprov Kepri, Pemkab Bintan dan Pemko Tanjungpinang serta masyarakat yang lahannya dilintasi jalur transmisi.

“Keberhasilan ini ikut menyumbang suksesnya program Pak Jokowi (Presiden RI). Karena dari total 35.000 MW se Indonesia, kita bisa merealisasikannya sebesar 150 MW untuk se Bintan,” akunya.

Ditambahkannya, kelistrikan yang ada saat ini di Bintan dan Tanjungpinang masih menggunakan sSistem Tegangan Menengah (SUTM) 20 Kilovollt (Kv) sebagai backbone kelistrikan pulau. SUTM itu dimulai dari Tanjung Uban, Kabupaten Bintan-Tanjung Pinang dengan total daya terpasang sebesar 161,9 MW yang berasal dari PLTU Galang Batang dan PLTD Suka Berenang dengan daya 99,3 MW serta daya 62,6 MW dari PLTD Air Raja.

Dengan adanya sistem interkoneksi listrik Babin ini akan menambah dan menggantikan sistem menjadi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kv sebagai backbone yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan Batam. Selain itu juga mampu mengurangi jumlah pembangkit sewaan. Sehingga PLN dapat menghemat pengeluaran dana sebesar Rp 16.969.000 per jam atau Rp 12.217.680.000 per bulan.

“Interkoneksi Babin ini bisa melayani pelanggan di Bintan dan Tanjungpinang yang mencapai 111.500 KK. Kemudian juga dapat menjadi katalisator pembangunan ekonomi dan industri serta mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) hingga lebih dari Rp 12 miliar per bulannya,” pungkasnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar