Puskesmas Keliling di Daerah Tidak Efektif Digunakan

2097
Pesona Indonesia
Pukesmas Keliling. foto: polister saragih / batampos
Pukesmas Keliling. foto: polister saragih / batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan program Puskesmas Keliling (Puskel) di masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri kurang efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena berkaca dari beberapa persoalan, dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan wewenang.

“Setelah kita evaluasi memang program Puskel kurang efektif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman yang sekarang ini, tentunya menjadi pelajaran kedepannya,” ujar Tjetjep menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (12/8) di Tanjungpinang.

Ditegaskannya juga, apabila ada daerah yang punya rencana membuat program rumah sakit terapung di Provinsi Kepri sebaiknya berpikir dua kali. Karena selain beban operasional, juga akan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut Tjetjep, pelayanan yang diberikan juga kurang efektif. Disamping harus dilengkapi dengan dokter-dokter spesialis.

“Tidak bisa kita nafikan, ada infrastruktur Puskel yang sudah mangkrak. Penyebabnya tentu masalah operasional Puskel tersebut,” papar Tjetjep.

Masih kata Tjetjep, hal lainnya yang dikhawatirkan pihaknya adalah adanya permainan oknum dalam hal operasional Puskel tersebut. Dan hasilnya adalah hanya membebankan keuangan daerah. Laporan-laporan yang ada, tentunya menjadi pelajaran yang berharga bagi pihaknya.

“Untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tentunya kita akan selalu memberikan yang terbaik. Untuk mengatasi itu, yang harus turut diperbaiki adalah sarana transportasi,” paparnya lagi.

Ditambahkan Tjetjep, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, program Pemprov Kepri melalui Dinkes Provinsi Kepri saat ini adalah melakukan penyebaran dokter-dokter keluarga di setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri.

“Sekarang ini ada 60 dokter keluarga yang kita sebar ke daerah-daerah. Dan ini lebih efektif, dari pada kita menghabiskan APBD untuk operasional Puskel, lebih baik menyediakan kebutuhan Dokter keluarga yang ditugaskan. Sehingga lebih menyentuh langsung kepada masyarakat,” tutup Tjetjep.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar