Tiga Nama Diusulkan untuk Brand Pariwisata Kepri

883
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Kepri Guntur Sakti. foto:rpg
Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Kepri Guntur Sakti. foto:rpg

batampos.co.id – Sebagus-bagusnya branding yang dibuat, tanpa proses lanjutan berupa brand activity, ibarat seorang penyanyi yang memiliki suara merdu, namun ia tidak pernah tampil di atas panggung.

Demikian ungkapan Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Kepri Guntur Sakti, terkait kegiatan Kementerian Pariwisata dalam melakukan Uji Publik Branding dan Sosialisasi Brand Destinasi Kepri di Hotel Harris, Batam, 11 sampai 13 Agustus 2016.

“Kepri itu spirit, tinggal bagaimana mengkampanyekannya,” tegas Guntur.

Menurutnya, di antara 10 provinsi kepulauan yang ada di Indonesia, Kepri memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Salah satunya adalah enam pintu masuk atau Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang dimiliki provinsi ini di Pulau Batam, Bintan, dan Karimun.

Keunggulan cross border tourism itulah yang menjadikan Kepri sebagai pintu masuk terbesar ketiga di Indonesia. Tercatat 40 persen wisatawan mancanegara (wisman) masuk melalui Jakarta, 30 persen dari Bali, dan 20 persen dari Batam.

Sedangkan 10 persen sisanya tersebar di pintu masuk lain, selain ketiga kota tersebut. Keunikan Kepri lainnya adalah persoalan nama. Dalam kegiatan Uji Publik Branding dan Sosialisasi Brand Destinasi Kepri, Guntur bertekad dalam konteks domestik masyarakat benar-benar mengenal Kepri sebagai sebuah unggulan destinasi pariwisata.

“Saya ingin semua orang bisa persis melafalkan Kepri. Penyebutan nama Kepulauan Riau harus dibiasakan dan dikemas dengan kata Kepri,” kata Guntur.

Namun demikian, tambahnya, bila Kementerian Pariwisata melihat nama Riau Islands memiliki kekuatan dalam memasarkan kepariwisataan Kepri di mancanegara, maka tak ada salahnya brand tersebut digunakan di luar.

“Terminologi yang sama dengan penggunaan brand Wonderful Indonesia untuk promosi di mancanegara dan Pesona Indonesia untuk pasar domestik,” pungkasnya.

Otto Hadi, pembicara dalam sosialisasi tersebut mengatakan Kepri memiliki dua kekuatan yang cukup besar dan potensial untuk dijual di mancanegara. Yakni, kekuatan bahari dan budaya. Dari sanalah, kata yang tepat untuk destinasi Kepri adalah kapal jong dengan Captivating Riau Island.

“Kata kuat dan bermakna dalam artian menawan alamnya dan memikat budayanya dan itu harus dijual,” kata Hadi.

Ia berharap, melalui brand ini secara perlahan-lahan bisa dikenal masyarakat luas. Sehingga tentunya mampu meningkatkan kunjungan wisman yang berdampak kepada pendapatan daerah.

“Kita kan tahu, target yang ditetapkan Kementerian Pariwisata untuk Batam cukup banyak. Jelas PR berat. harapannya melalui brand ini Kepri semakin lebih dikenal,” lanjutnya.

Selain Captivating Riau Island, brand yang diusulkan lainnya yakni Wonderful Kepri dan Gonggong Kepri. “Ini belum keputusan final, meskipun masih ada aspirasi brand lain, harus ditampung,” pungkasnya. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar