Wali Kota Bandar Lampung Ogah Panik soal Wacana Full Day School

848
Pesona Indonesia
SMPN2 Binaan Tebing terapkan full day school. foto:tri haryono/batampos
Ilustrasi full day school di SMPN2 Binaan Tebing. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk menerapkan full day school mendapat pro dan kontra di masyarakat, namun Walikota Bandar Lampung Herman HN belum menanggapinya dengan serius.

Mantan Kadispenda Lampung ini menyatakan hal tersebut baru sebatas wacana, sehingga masyarakat jangan terlalu panik dan dibesar-besarkan.

“Ini kan baru wacana, saya minta ditanggapi dengan santai lah, jangan terlalu panik dan saya minta jangan di besar-besarkan,” kata seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group), Kamis (11/8).

Namun menurutnya hal ini memang harus ditinjau kembali. Terlebih dalam sisi untung dan ruginya. “Karena kalau didaerah kan harus bawa bekal, harus bawa apa, hubungan dengan tetangga nantinya gimana,”ucapnya.

Selain itu, jika nantinya full day school diterapkan maka Pemkot Bandar Lampung akan meninjau kembali dan melihat keuntungan yang didapat dari program tersebut.

“Harus ditinjau kembali, inikan baru wacana ya, kita lihat lah mana yang menguntungkan untuk nantinya,”jelasnya.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Sri Ningsih Djamsari menyatakan, pihaknya memang akan mengkaji lagi keberadaan peraturan tersebut, sebab hal ini juga terdapat sisi buruk dan baiknya bagi pelajar.

“Pelajar khususnya sekolah dasar, tentunya berat menerapkan peraturan ini. Mereka kan masih berimbang kebutuhan bermain dan belajar. Di takutkan kalau belajar terus, membuat jenuh anak itu sendiri,”kata dia.

Penerapan ini juga harus dilihat dari sekolah yang menerapkan kelas pagi dan siang, sebab masih banyak sekolah yang ruang kelas nya terbatas.

“Kalau sekolah tersebut menerapkan ruang kelas bergantian ,seperti contoh, kelas 1, masuk belajarnya pagi. Sedangkan kelas 4 , masuk kelasnya siang, karena ruang kelas tidak cukup. Hal ini tentunya tidak bisa, kecuali Dinas Pendidikan menambah anggaran lagi untuk penambahan ruang kelas baru,”jelasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar