Jêng, Tarif Air ATB Diberlakukan Progresif, Loh…

887
Pesona Indonesia
Dam Sei Harapan yang menjadi salah satu sumber air baku di Pulau Batam
Dam Sei Harapan yang menjadi salah satu sumber air baku di Pulau Batam

Ssstt… jêng sudah pada tahu belum nih… tarif air yang diolah PT Adhya Tirta Batam (ATB) diberlakukan secara progresif, loh.

Apa itu progresif? Setiap kubikasi air yang digunakan sebagian besar pelanggan diberi tarif yang berbeda.

Semakin banyak air bersih yang digunakan oleh pelanggan, semakin tinggi tarif air yang harus dibayarkan.

Untuk pelanggan Niaga Besar seperti hotel misalkan, bila hanya menggunakan air 0-10 m3 hanya dikenakan tarif Rp7.350/ m3, namun bila penggunaan air mencapai 32 m3, pelanggan Niaga Besar tersebut dikenakan biaya Rp7.350/ m3 untuk pemakaian air 0-10 m3, Rp8.700/ m3 untuk pemakaian 11-20 m3, Rp10.000/ m3 untuk pemakaian air 21-30 m3, dan Rp12.500/ m3 untuk pemakaian air 31-40 m3.

“Sehingga untuk pemakaian air Niaga Besar sebanyak 32  m3, pelanggan harus membayar Rp73.500 untuk 10 m3 pertama,  Rp87.000 untuk 10 m3 kedua,  Rp100.000 untuk 10 m3 ketiga, dan Rp25.000 untuk 2 m3. Kemudian ditambah biaya faktur dan biaya pemeliharaan meter air,” ungkap Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno.

Ia melanjutkan, tarif air yang dibebankan kepada pelanggan tersebut dilakukan secara progresif agar pelanggan dapat lebih termotivasi untuk menghemat air. Bila pelanggan menggunakan air lebih sedikit, otomatis harga satuan kubikasi ATB yang dibebankan juga lebih terjangkau. Sebaliknya, semakin banyak air yang digunakan, semakin tinggi harga kubikasi air yang harus dibayar pelanggan.

“Ada tarif air yang memang flat. Namun untuk sebagian besar pelanggan ATB, tarif yang dibebankan progresif. Hal tersebut diharapkan agar pelanggan lebih termotivasi untuk menghemat air. Apalagi air baku di Batam sangat terbatas karena hanya mengandalkan air hujan,” pungkasnya.

Jadi jêng ingatin anak dan suami jangan boros air.  (*)

Respon Anda?

komentar