Komplotan Penipu Mengaku WN Singapura Dibekuk Polisi

923
Pesona Indonesia
Tiga penipu yang mengaku WN Singapura diringkus Polres Jakarta Barat. Sumber Foto: Kanugrahan/Kriminalitas.com
Tiga penipu yang mengaku WN Singapura diringkus Polres Jakarta Barat. Sumber Foto: Kanugrahan/Kriminalitas.com

batampos.co.id – Tiga pria yang mengaku warga negara singapura yang tergabung dalam satu komplotan menipu warga Indonesia di Jakarta, berhasil dibekuk polisi. Dalam beraksi, mereka menyasar perempuan kaya di mall-mall.

Ketiga pelaku WN Singapura yang ditangkap itu adalah HB, 30, MY, 46, dan IA, 50. “Ketiga penipu itu menipu dengan modus berpura-pura menyumbang dana masjid,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Herru Julianto, seperti dilansir JawaPos.com, Senin (15/8/2016)

Para pelaku masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan aksinya. Tersangka HB berperan sebagai orang yang berpura-pura menyumbang dana ke masjid di kawasan Kembangan Jakarta Barat.

Tersangka IM berperan sebagai perwakilan yang bekerja di bagian marketing sebuah bank milik pemerintah (BRI). Sedangkan tersangka IA berperan sebagai sopir bank tersebut. Peran ketiga tersangka ini sama, yaitu meyakinkan korban yang hendak ditipunya.

Sasaran yang dijadikan target korban komplotan ini adalah wanita yang menggunakan perhiasan saat berbelanja di mall-mall atau pusat perbelanjaan mewah di Jakarta.

Terakhir korban mereka adalah seorang wanita yang sedang berkunjung ke Mall Puri Indah Jakarta Barat. Mereka berpura-pura ingin menyumbang. Pelaku mengiming-imingi korban dengan berpura-pura menyumbang dana ke masjid namun menggunakan mata uang asing.

“Sampai akhirnya rekan pelaku datang untuk membantu korban, dari situlah korban diperdaya sehingga mau diajak ke bank untuk menukar uang asing itu dengan rupiah,” papar Herru.

Modusnya, pelaku HB berusaha meminjam uang korban dengan alasan pelaku HB tak punya uang rupiah, semua uangnya dalam bentuk Won Korea. Sementara HB sudah berjanji hendak menyumbangkan sejumlah uang ke sebuah masjid yang juga berlokasi di kawasan Kembangan Barat.

HB meyakinkan korban, begitu uang tersebut disumbangkan, maka korban akan diajak bersama-sama ke Bank BRI untuk menukarkan uang Won miliknya untuk dikembalikan kepada korban ditambah sedikit bonus.

Korban menjadi percaya ketika ada seorang pria yang mengaku sebagai petugas bank BRI bersama sopirnya menemui HB. Padahal pria tersebut bersama sopirnya adalah komplotan HB.

Belakangan korban sadar kalau dua gepok uang Rp 100 ribuan yang dikiranya Rp 20 juta ternyata hanya Rp 400 ribu. Sebab pelaku hanya menaruh uang pecahan Rp 100 ribu pada bagian atas dan bawah dari masing-masing bendel uang itu. Sisanya hanyalah 100 lembar pecahan Rp 1.000.

Kontan korban langsung melaporkan peristiwa itu ke Mapores Jakarta Barat yang langsung menggelar penyelidikan untuk mengungkap pelakunya.

Dari hasil penelitian isi rekaman CCTV di bank yang didatangi pelaku, akhirnya ditemukan sosok pelaku MY saat masuk ke dalam bank itu. Rekaman CCTV itu menjadi salah satu alat bukti polisi dalam menangkap ketiga anggota komplotan penipu itu.

Polisi juga menyita 152 lembar mata uang Won (Korea) pecahan Rp 5 ribu, dua bendel mata uang rupiah pecahan seribu sebanyak 100 lembar. (ind/yuz/JPG)

Respon Anda?

komentar