Menkum HAM Benarkan Arcandra Tahar Pernah Punya Paspor AS

882
Pesona Indonesia
Menteri ESDM Arcandra Tahar. Foto: jpgrup
Menteri ESDM Arcandra Tahar. Foto: jpgrup

batampos.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar yang disebut-sebut pernah memiliki paspor Amerika Serikat (AS) dibenarkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Namun status Arcandra sebagai Warga Negara Indonesia belum dicabut.

“Kalau itu iya iya (punya paspor AS) tapi legal formalnya sebagai WNI belum dicabut,” kata Yasonna kepada wartawan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Senin (15/8/2016), seperti dilansir detiknews.

Yasonna menjelaskan, meski secara undang-undang orang Indonesia yang memiliki paspor AS dan berkewarganegaraan negara lain otomatis status WNI-nya gugur, namun kehilangan WNI itu harus diformalkan melalui keputusan Menteri Hukum dan HAM.

“Jadi secara legal formal belum ada proses pencabutan kewarganegaraan melalui SK Menkumham kepada Pak Arcandra,” kata Yasonna.

Nah, Yasonna memastikan kalau Arcandra saat ini berstatus WNI. Dia juga masuk ke Indonesia menggunakan paspor Indonesia.

Setelah menjadi Menteri ESDM, Arcandra kemudian mengucapkan sumpah setia kepada bangsa dan negara Indonesia.

Arcandra Tahar diangkat menjadi menteri ESDM atas kehendak Presiden Joko Widodo. Presiden yang akrab diasapa Jokowi itu tertarik pada rekam jejak Arcandra Tahar yang memang memiliki kemampuan tinggi di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.

Namun Presiden Jokowi enggan menjawab sejauh ini enggan berkomentar soal status ganda kewarganegaraan Arcandra. Ia malah menyerahkan penjelasan tersebut disampaikan Mensesneg Pratikno

“Terkait itu biar mensesneg yang menyampaikan,” ujar Jokowi, sapaan Presiden usai menghadiri HUT Pramuka ke 55 tahun di Cibubur.

Pratikno sendiri hanya menjelaskan soal paspor milik Archandra, bukan kewarganegaraannya. Menurutnya, Archandra memang memegang paspor Indonesia. Paspor itu berlaku sampai 2017.

“Jadi kami ingin tegaskan bahwa Pak Archandra Tahar itu adalah pemegang paspor Indonesia.  Jadi beliau pas hadir masuk ke Indonesia juga menggunakan paspor itu,” papar Pratikno.

Pratikno mengatakan, Presiden memang meminta Archandra pulang ke Indonesia karena memiliki kualifikasi dan prestasi yang bagus. Terutama karena dia bekerja pada perusahaan besar terkait off shore di Amerika yang sesuai dengan bidang kerjanya di kementerian tersebut.

“Nah Pak Archandra juga terpanggil untuk mengabdi. Jadi sekali lagi kami tegaskan beliau adalah pemegang paspor Indonesia. Saya kira itu saja nanti ditanyakan ke otoritas yang bisa menjelaskan,” tegas Pratikno.

Sebagaimana diketahui, beredar informasi melalui viral yang menyebut Archandra sudah memutus ikatannya sebagai WNI sejak Maret 2012 lalu.

Archandra juga dituding sengaja membuat paspor Indonesia di KJRI Houston sebulan sebelum berubah kewarganegaraan dengan masa berlaku lima tahun. Ini disebut-sebut dilakukan Archandra agar tidak diketahui rencananya melepaskan kewarganegaraan sebagai WNI.

Arcandra sendiri mengaku tetap sebagai WNI. “Lihat nih, wajah saya orang Padang,” katanya beberapa waktu lalu. (detiknews/jpnn)

Respon Anda?

komentar