Menteri ESDM Archandra Tahar Digoyang, Ini Nasihat Wakil Ketua MPR

1254
Pesona Indonesia
Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR RI. Foto: jawapos
Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR RI. Foto: jawapos

batampos.co.id -Tampaknya banyak pihak yang tak menghendaki Archandra Tahar di posisi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia terus digoyang setelah publik mengetahui Arcandra pernah memiliki paspor WN Amerika Serikat (AS).

Ya, faktanya memang Arcandra pernah memiliki paspor WN AS. Namun status WNI-nya belum hilang. Pasalnya, kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna, seorang WNI lepas status WNI-nya setelah mendapat pengakuan dari Kemenkum HAM. Arcandra belum pernah mendapat pengakuan dari Kemenkum HAM bahwa ia menjadi WN AS.

Archandra bahkan masuk ke Indonesia tetap menggunakan paspor WNI, meski sudah lebih dari 20 tahun berkarir di Amerika.

Terkait persoalan tersebut, ada nasihat menarik dari Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Oesman Sapta Odang. Menurutnya, soal kewarganegaraan ganda yang diduga dimiliki oleh Menteri ESDM Archandra Tahar tidak perlu  disikapi secara berlebihan. Menurutnya, masalah itu tidaklah rumit.

“Menurut saya, masalahnya tidak terlalu rumit. Kalau benar Archandra warga negara Amerika Serikat (AS) dan kini jadi menteri, suruh saja dia pilih mau jadi orang sana atau Indonesia,” kata Oesman, menjawab pertanyaan wartawan, di sela-sela acara Silaturrahmi Keluarga Sulit Air Sepakat (SAS) di Jakarta, Minggu (14/8/2016) lalu.

OSO, panggilan akrab Oesman Sapta Odang, sangat yakin jika Archandra disodori dua pilihan tersebut, pasti akan memilih menjadi warga negara Indonesia.

“Bagaimana mau jadi orang Amerika? Keluargnya semua ada di Padang dan dia itu lahir dan besar di Kota Padang. Dia ke sana kan awalnya kuliah dan dia memang pintar. Karena pintarnya dia disegani oleh seluruh CEO perusahaan minyak di sana,” ujar OSO.

Karena dia sudah membuktikan dirinya pintar, lanjut OSO, mestinya Indonesia bangga dan mendorong Archandra tetap sebagai orang Indonesia.

“Menurut saya, bangsa ini harus jujur menyatakan butuh Archandra. Karena itu jangan hal tersebut digiring ke ranah politik, misalnya meminta dia mundur dari kabinet,” saran senator asal Kalimantan Barat itu.

Ditegaskan OSO lagi, dia bisa keluar dan masuk AS karena punya keahlian yang sangat dibutuhkan AS.

“Sekarang Pak Jokowi sudah bawa dia ke Indonesia, menurut saya jangan dilepas lagi karena bangsa kita juga butuh dia,” pungkas OSO.(fas/jpnn)

Respon Anda?

komentar