Pak Menpar, Temukan Dulu Keunggulan Komparatifnya, Baru Bikin KEK Pariwisata

588
Pesona Indonesia

Alam bawah aut Pulau Lihaga, Minahasa Utara. Sumber Foto: wisatamanado.info

batampos.co.id – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, Asmin Patros menyambut baik wacana Menteri Pariwisata Arief Yahya yang hendak menjadikan seluruh wilayah Kepri sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Hanya saja, Asmin menilai, ada beberapa hal yang mesti terlebih dahulu dikerjakan.

“Namanya saja khusus. Jadi harus ditemukan dulu keunggulan komparatif dari Kabupaten/Kota yang ada di Kepri,” ujar Asmin, Minggu (14/8).

Keunggulan komparatif dinilai Asmin menjadi sesuatu yang penting bagi kemajuan ekonomi sebuah daerah. Sehingga pengalihan status sebagai KEK Pariwisata ini juga punya imbas yang baik bagi daerah.

“Yang kami tidak mau itu kalau hanya namanya saya yang berubah, tapi tidak memberikan apa-apa,” katanya.

Sebab itu, keunggulan komparatif menjadi pembeda satu daerah dengan yang lain.

Kalau Batam, sambung Asmin, punya keunggulan letak geografis yang berdekatan dengan lintas perdagangan dan aksesibilitas yang tinggi.

Lantas keunggulan seperti apa yang bisa ditonjolkan Kabupaten/Kota lain.

“Kalau mau mengikut Batam tentu sulit. Karena itu nilai jualnya itu harus ada,” ungkap politisi dari Fraksi Partai Golkar ini.

Namun, bilamana semua keunggulan komparatif itu sudah dipetakan atau diberdayakan, Asmin amat mendukung wacana Menpar Arief Yahya yang ingin menjadikan Kepri sebagai KEK Pariwisata.

“Sebagai orang yang punya latar belakang ekonomi, saya yakin KEK Pariwisata itu bakal memberikan banyak dampak positif buat daerah. Umumnya kemajuan di bidang pariwisata,” ujarnya.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyarankan pembentukan KEK Pariwisata di Kepulauan Riau. Status ini berfungsi untuk mempercepat pengembangan pariwisata.

“Nanti pembangunannya seperti apa, kami bantu,” kata Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah di Hotel Radisson, Jumat (12/8).

Status KEK di bidang pariwisata ini ternyata sudah pernah diusulkan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti. Setahun lalu, Guntur mengajak Plt Gubernur Kepri Agung bertandang ke kantor Menpar. Keduanya mengajukan pembentukan status KEK Pariwisata untuk wilayah Anambas dan sekitarnya.

“Saya menilai tadi itu gayung bersambut, (antara) apa yang kami minta dan apa yang Pak Menteri sampaikan,” kata Guntur saat jeda Rapat Koordinasi BI.

Bukan tanpa sebab, Guntur mengusulkan Anambas berstatus KEK Pariwisata. Dunia telah mengakui potensi pariwisata Anambas. Namun, ada permasalahan di bidang aksesibilitas, amenitas, dan atraksi (3A).

“Untuk mempercepat Anambas menjadi berdaya saing tinggi, Anambas tidak bisa dikerjakan dengan cara biasa. Harus dengan cara yang luar biasa. Caranya dengan membuat Anambas berstatus KEK,” tutur Guntur.

Pernyataan Arief, kata Guntur, menjadi tanda sudah sepakatnya pemerintah pusat dan daerah untuk membuat Anambas berstatus KEK Pariwisata. Guntur mengatakan, pembentukan KEK Pariwisata ini berlandas pada semangat mentransformasi laut menjadi destinasi wisata baru di Kepri.

“Keinginan Pak Gubernur juga untuk menjadikan Kepri sebagai gerbang wisata bahari,” ujarnya. (aya)

Respon Anda?

komentar