Rahmi Sudah Siuman dan Bernafas Normal, Rahma Makin Stabil

1003
Pesona Indonesia
Rahmi tertidur pulas beberapa saat setelah dipindahkan ke ruang perawatan khusus bayi (PICU) RSAB Batam. Sejak sore kemarin alat bantu pernafasan telah dilepas dan dia sudah siuman. Foto: nany/batampos koran
Rahmi tertidur pulas beberapa saat setelah dipindahkan ke ruang perawatan khusus bayi (PICU) RSAB Batam. Sejak sore kemarin alat bantu pernafasan telah dilepas dan dia sudah siuman. Foto: nany/batampos koran

batampos.co.id -Prediksi tim dokter bahwa Rahmi bakal pulih lebih awal setelah operasi pemisahan, Minggu (14/8/2016), tidak meleset. Setelah operasi pemisahan dan dilanjutkan penutupan luka, Rahmi sore kemarin langsung dibawa ke ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) atau ruang perawatan intensif untuk bayi.

Menariknya, pukul 15.00 WIB, Rahmi mulai sadarkan diri. Tangan dan kakinya mulai bergerak-gerak. Pada pukul 16.30 WIB, dokter melepas alat bantu pernafasannya. Rahmi pun mulai bernafas normal sejak saat itu.

“Sebelum sampai ke PICU, Rahmi juga sudah mulai membuka mata,” katanya.

Sementara Rahma sempat menjalani operasi kedua pada pukul 15.07 WIB. Dalam operasi kedua ini tim dokter memasangkan sabuk pada pembuluh darah jantung Rahma.

Ini juga karena kondisi Rahma terpantau stabil. Tidak ada tanda-tanda gangguan pernapasan. Pendarahan yang alami tidak lebih dari 5cc.

Operasi dilakukan oleh Dokter Spesialis Bedah Jantung dr Soetomo Surabaya dr Heroe Soebroto, SpB-TKV(K) dan Dokter Spesialis Bedah Anak RSAB Batam dr Victor Nababan.

Sabuk itu untuk mengurangi banyaknya darah yang masuk ke organ paru-parunya.

Kelainan jantungnya memang dapat membuat darah masuk ke paru-paru lebih deras dari yang masuk ke seluruh tubuh. Lajunya mencapai 10 hingga 15 kali lipat bayi normal.

Tanpa sabuk, paru-paru Rahma lambat-laun akan kebanjiran darah. Oksigen pun akan sulit masuk. Akibatnya, sesak nafas dan bisa menyebabkan kematian karena gagal jantung.

“Timing kita, jangan sampai keduluan gagal jantung,” kata dr Poerwadi lagi.

Kondisi Rahma juga makin stabil setelah operasi kedua pemasangan sabuk di pembuluh darah untuk mencegah banjir darah ke organ paru-parunya. Kini Rahma juga sudah di ruang PICU. Foto: nanybatampos koran
Kondisi Rahma juga makin stabil setelah operasi kedua pemasangan sabuk di pembuluh darah untuk mencegah banjir darah ke organ paru-parunya. Kini Rahma juga sudah di ruang PICU. Foto: nanybatampos koran

Operasi itu juga berjalan sukses. Rahma kemudian dipindahkan ke ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) atau ruang perawatan intensif untuk bayi. Rahma sempat hampir sadar. Ini ditandai dengan gerakan mata yang berkedip-kedip. Namun, ia kembali ditidurkan.

“Ini supaya jantungnya bisa beradaptasi dengan pembuluh darah dan aliran darah yang baru,” kata Ketua Tim Kembar Siam Surabaya, dr Agus Harianto, SpA(K).

Usai operasi pemisahan, Rahmi memiliki bobot 4,75 kilogram. Dan Rahma seberat 3,75 kilogram. (cew/eggi/koran bp)

Respon Anda?

komentar