10 Ribu Warga Binaan Sumsel Ikut Pemecahan Rekor Muri

1114
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Secara nasional, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM menyelenggarakan kegiatan untuk warga binaan pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Kegiatan yang berlangsung kemarin (15/8) dalam rangka menyambut peringatan HUT Ke-71 RI.

Acara itu pun tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) dan menjadi rekor nasional. Yakni untuk peserta terbanyak dalam menyanyikan lagu nasional “Hari Merdeka” secara serentak dan pertandingan olahraga tradisional terompah panjang.

Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Palembang, kegiatan itu dilaksanakan juga, kemarin. Jika saat menyanyikan lagu Hari Merdeka suasana terasa begitu khidmat. Suasana meriah dan hiruk pikuk terjadi ketika lomba terompah panjang berlangsung.

Jatuh bangun para warga binaan bersaing menjadi yang tercepat sampai di garis finish bersama kelompoknya. Saat terompah tak bergerak sama, dipastikan kelompok itu jatuh. Namun tak ada kekesalan. Tawa lepas serta kegembiraan justru dirasakan semua peserta. Sesaat, mereka lupa status mereka sebagai warga binaan.

“Lomba ini bukan sekedar memecahkan rekor Muri dan memperingati HUT RI, tapi juga untuk memupuk rasa kebersamaan,” jelas Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel, Juliasman Purba didampingi Kadivpas, Zulkifli.

Kata Kakanwil, di Sumsel ada sekitar 10 ribu warga binaan yang berpartisipasi dalam upaya pemecahan rekor Muri ini. Untuk lombah terompah, setiap warga binaan diperbolehkan mendaftar. Ada sejumlah hadiah yang disiapkan untuk para pemenang.

“Untuk pengamanan, kami sudah menyebarkan “mata” sehingga bisa mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan,” jelas Juliasman seperti diberitakan Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group), hari ini (16/8). Kalapas Klas I Palembang di Merah Mata, Asep Syarifudin BcIP SH MH mengatakan selain dua kegiatan yang dilakukan serentak juga ada kegiatan internal.

“Untuk LP Merah Mata juga ada lomba voli, futsal, tenis meja, catur dan karaoke, sekarang juga masih berlangsung,” ungkapnya. Soal hadiah, bentuknya kebutuhan yang diperlukan warga binaan. “Ada perlengkapan salat, perlengkapan mandi, dan juga ada mi instan,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar