Bupati Solok Semprot Dinas Pariwisata dan Pertanian

1274
Pesona Indonesia
Bupati Solok Gusmal memberikan paparan saat coffee morning di Balitbu Aripan, akhir pekan lalu--riki chandra/padang ekspres
Bupati Solok Gusmal memberikan paparan saat coffee morning di Balitbu Aripan, akhir pekan lalu. Foto: riki chandra/padang ekspres/jpg

batampos.co.id – Bupati Solok Gusmal taburangsang saat coffee morning yang digelar Badan Penelitian Buah (Balitbu) Sumbar, Jumat ( 12/8). Dia menyemprot Dinas Pariwisata dan Pertanian Kabupaten Solok dinilai tak memberi tahu dia soal keberadaan objek wisata baru yang dikembangkan Balitbu Sumbar. Selain itu, Dinas Pertanian dinilai tak proaktif mematen beras solok.

Informasi yang didapatkan Padang Ekspres, kejadian ini berawal saat Kepala Balitbu Sumbar, Mizu Istianto mengekspose potensi air panas Nagari Padangbelimbing, Kecamatan X Koto Singkarak yang dimotori Balitbu.

“Potensi air panas yang baru kita kemas sederhana ini, sudah mendatangkan banyak pengunjung pak Bupati,” sebut Kepala Balitbu Sumbar, Mizu Istianto saat coffee morning di Balitbu Aripan, Jumat (12/8).

Melihat dan mendengar paparan tersebut, Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo hanya tercengang, mukanya seolah “ditampar” pihak Balitbu. Sebab, sampai hari ini Bupati mengaku belum tahu-menahu soal potensi kawasan air hangat itu.

“Jangankan soal sudah ramainya pengunjung, air hangat ini dikembangkan jadi lokasi pemandian wisata saja saya belum tahu. Wali nagari, camat dan Dinas Pariwisata sendiri tidak pernah melaporkan potensi ini pada saya,” sebut Gusmal di hadapan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan beberapa Kepala SKPD yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Gusmal mengaku “kecolongan” atas ketidaktahuannya soal pengembangan kawasan pemandian air hangat di Nagari Padangbelimbing itu. Padahal, jelas-jelas Kabupaten Solok tengah menggiatkan pengembangan sektor kepariwisataan menuju destinasi Nnasional. Dia menilai, kepala SKPD tidak kooperatif membantu program Pemkab Solok yang dipimpinnya.

“Inovasi Balitbu Aripan yang ikut melakukan pengembangan objek wisata ini, seharusnya dimonitor camat dan Dinas Pariwisata. Sehingga, kita bisa bersama-sama melakukan pembenahan,” kata Gusmal dengan raut kecewa.

Tidak saja menyoal kinerja Dinas Pariwisata, Gusmal juga dibikin jengkel atas sikap Dinas Pertanian yang tak mengindahkan intruksinya. Di mana, saat coffee morning di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sukarami bulan lalu, Gusmal meminta Dinas Pertanian segera mematenkan beras Solok. Sehingga, produksi dan kualitas beras di daerah Kabupaten Solok tetap terjaga.

“Sudah satu bulan lamanya saya intsruksikan, sampai hari ini belum ada tindaklanjut. Ucapan saya seperti tidak direspons Dinas Pertanian,” kata Gusmal.

Kemarahan Gusmal ini tentunya ditujukan pada seluruh SKPD di jajarannya untuk lebih proaktif dan inovatif dalam menjalankan tupoksi masing-masing. Apalagi, jauh-jauh hari pasangan Bupati-Wakil Bupati (Gusmal-Yulfadri) sudah memproklamirkan program Empat Pilar Pembangunan yang muaranya berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sektor pertanian dan pariwisata ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat di Kabupaten Solok. Seharusnya, SKPD sebagai pembantu kinerja Bupati Solok lebih kreatif dan inovatif,” tukas Gusmal.

Di sisi lain, Bupati Solok juga meminta pihak Balitbu turut bersinergi membantu program Empat Pilar Pembangunan yang diawali dengan sebuah kerja sama. Terutama, untuk pengembangan bidang budidaya pertanian tanaman buah. Dengan campur tangan peneliti Balitbu, Gusmal meyakini transformasi teknologi pertanian pada petani di Kabupaten Solok dapat terlaksana dengan baik dan diterima masyarakat.

“Balitbu Sumbar, BPTP Sumbar berada di Kabupaten Solok. Makanya, kita berharap betul kedua instansi itu ikut melakukan pemetaan wilayah berdasarkan potensi yang pantas dikembangkan di kawasan masing-masing. Rugi sekali rasanya orang Solok tidak tersentuh teknologi pertanian ini,” sebut Gusmal.

Bupati memastikan Pemkab Solok siap bekerja sama dengan Balitbu guna mengembangkan tanaman buah. Untuk menindaklanjuti kerja sama dimaksud, Bupati Solok mendesak Asisten II dan III, di bawah koordinasi Sekda M Saleh, agar bekerja keras membentuk kerja sama dengan Balitbu.

“Diharapkan pada coffee morning bulan depan, sudah ada naskah kerja sama yang akan ditandatangani antara Bupati dengan kepala Balitbu guna menumbuhkan ekonomi masyarakat,” tegas Gusmal.

Tawaran kerja sama Pemkab Solok itu juga disambut positif Kepala Balitbu Aripan Mizu Istianto. Dia berpendapat, saat ini adalah era teknologi dan pengetahuan. Mayoritas petani di Kabupaten Solok memiliki semangat dan modal yang kuat. Namun yang dibutuhkan adalah teknologi untuk mengembangkan pengetahuan budidaya. “Kita bisa kembangkan wisata agro yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat petani,” sebutnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar