Hanya Dua Surat Kabar Daerah yang Memberitakan Pembacaan Proklamasi RI

695
Pesona Indonesia

Bung Karno

batampos.co.id – Sukarno membacakan teks proklamasi menyatakan kemerdekaan Indonesia, Jumat, 17 Agustus 1945. Tiga orang perwira utusan Jepang menemui Bung Karno.

Setelah berpakaian resmi, Bung Karno keluar dan menemui mereka.

“Kami diutus oleh Gunseikan Kakka untuk melarang Sukarno mengucapkan proklamasi,” kata orang Jepang itu.

Dengan tenang Sukarno menjawab, “Proklamasi sudah selesai dibacakan kok,”

“Sudahkah?”

“Ya. Sudah,”

Perwira itu naik darah, tangannya langsung naik ke pinggang dan melangkah maju hendak menyerang Bung Karno. Tapi selintas dia menyadari sudah dikepung oleh para pemuda bersenjata kampak, sabit dan bambu runcing.

Di bawah tatapan nyalak mata para pemuda itu para pejabat akhirnya mohon pamit pulang.

Ada hal menarik, berita soal proklamasi kemerdekaan ini ternyata jauh dari ekspose media yang terutama dimiliki Jepang. Koran Asia Raya bahkan polos pada halaman depan karena para wartawan sengaja melakukan itu sebagai tanda protes dilarang memuat berita proklamasi.

Hanya dua surat kabar yang pertama kali memuat berita proklamasi. Dan uniknya bukanlah surat kabar terbitan Jakarta, yakni surat kabar Tjahaja yang terbit di Bandung tanggal 19 Agustus 1945, dan Soeara Asia yang terbit di Surabaya 22 Agustus 1945. (sta/jpg)

Respon Anda?

komentar